Rabu, 23 Agustus 2017

hai semesta

Pernahkah kamu menyadari betapa kamu terberkati oleh semesta disekitarmu ? Dari apa yang kamu lihat, dari apa yang kamu makan, dari apa yang kamu hirup dan dari apa yang kamu sentuh. Bukankah semuanya itu begitu menakjubkan ? Sangat terkesan misterius, tapi begitulah dirimu sangatlah dicintai oleh semesta. Semesta tahu apa yang kita butuhkan, walaupun terkadang kita menuntut lebih dari yang kita inginkan. Semesta bekerja secara diam-diam tapi pasti, dia tahu apa yang harus dilakukan untuk kita. Semesta tidak pernah menuntut lebih seperti kita memintanya lebih dan lebih lagi. Semesta akan memberikan hujan, semesta akan memberikan terang, semesta akan memberikan angin dan masih banyak hal lagi yang tidka pernah kita sadari.

Kadang bagi kita merasa terberkati itu jika memiliki segalanya yang hanya asat mata saja. Tapi apakah kita eprnah menyadari betapa luarbiasanya semesta menyediakan yang tidak kasat mata bagi kita ? Udara yang ggratis kita hirup setiap saatnya, cahanya yang jadi penerang kita setiap harinya dan masih banyak hal lagi. 

Tapi mengapa terkadang kita terllau acuh dengan semua itu ? Sampai datang saatnya semesta yang sengaja menyapa kita dengan hal-hal yang bahkan itu tidak kita inginkan ? Melalui badai, melalui anginribut, melaui gempa dan melalui air bah. Ah sungguh kita terlalu disibukkan dengan semua benda yang hanyalah kasat mata. Memang tanpa kita perintahmu semesta sudah tahu bagaimana dia akan beralur, tapi bukankah kita juga harus saling mensyukuri atas keberlimpahan yang kita terima ini ?




Kamis, 29 Juni 2017

TENTANG KITA (PART 1)

Hei, tidak terasa perjalanan kita sampai pada titik ini. Titik dimana kita saling belajar untuk melihat ke diri kita masing-masing apa yang sebenarnya akan kita tuju. Ah, terlalu sulit untuk mendefinisikan bagaimana seberapa menariknya perjalananku denganmu. Ehm, mungkin lebih tepatnya bisa disebut petualangan. Petualangan dimana aku dan kamu saling menyelaraskan langkah untuk saling menjaga keseimbangan yang akan kita ciptakan. Dengan kamu, aku tahu seperti apa nanti hidupku ke depannya. Karena aku dan kamu saling percaya bahwa apa yang terjadi saat ini adalah momen terindah yang mungkin sayang untuk dilewatkan. Setiap proses yang kita jalani seolah menjadi sebuah cerita dalam babak-babak yang baru setiap harinya. Bagaimana saling menyapa ketika pagi datang, bagaimana salinbg mengucapkan terimakasih ketika malam menjelang. Sesederhana ini saja, hingga nanti kita kembali berdua dalam hari-hari menanti "mereka" pulang ke rumah untuk memeluk kita.

Terimakasih sampai saat ini, kamu mau belajar bersamaku untuk melatih diri untuk lebih menerima lagi. Penerimaan yang bukan hanya sekedar omong kosong, tapi menerima bagaimana lebih dan kurang kita masing-masing. Terimakasih samapi hari ini sudha menjaga kepercayaan kita akan mimpi kita. Sampai kapanpun nanti, jangan sampai kita kehilangan mimpi kita ya. Ini pesanku untukmu, ya untukku juga ketika aku merasa lelah di sepersekian dari petualangan kita ini.

Cemburu ? Iri ? Kenapa kita tidak bisa menjadi seperti mereka ? Kadang ada hal-hal yang mnegoyahkan kepercayaanku terhadapmu. Tapi kembali lahi, ini jalan yangs udah ditentukan untuk kita. Dengan setiap kejutan-kejutan setiap harinya, dengan segala rasa yang menyertainya. Rasa dimana terkadang peraan menyerah dan lelah itu lebih dari rasa percaya terhadapmu. Tapi kembali lagi. Kita adalah pondasi untuk "rumah" kita yang kita bangun dari awal. Bukan tentang megahnya rumah atau mahalnya barang-barang yang kita miliki, tapi bagaimana kita menjadikan apa yang kita miliki itu selalu terlihat sederhada akan tetapi mewah untuk penghuninya.

Terimakasih sudah saling mengingatkan bahwa kita punya kekuatan yang lebih hebat dari kemampuan kita. Dimana kita selalu percaya setiap proses yang kita jalani akan ada masanya masing-masing. Mungkin saat ini kita sama-sama belum lebih sdari segala sisi, tapi percayalah ini adalah proses kita untuk saling menyempurnakan. Terimakasih sudah selalu rindu untuk "pulang" dan menjadikan "rumah" kita sebagai tempat dimana kita kembali ke siapa diri kita yang sebenarnya. Ah tidak perlu berbual terlalu banyak lagi karena masih banyak petualangan yang akan kita lalui, dengan fase baru ini, siapkanlah kuda-kuda untuk menjalai proses yang pasti akan lebih seru lagi dari hari ini.

PS : I LOVE YOU

Rabu, 21 Juni 2017

INSIDE OUTSIDE

Percaya kalau Tuhan itu punya waktu yang tepat untuk setiap pasangan. Bagaimana dengan kamu ? Ada saat dimana kamu diminta untuk sedikit bersabar dalam prosesmu. Ada saat dimana kamu diminta untuk lebih menikmati apa yang sudah kamu perjuangkan. Ada saat dimana kamu diminta untuk lebih bertahan dalam penantian. Ada saat dimana kamu lebih ikhlas dalam penerimaan. Ada saat dimana kamu harus menutup mata dari hingar bingar dunia yang terlalu mneyilaukan. Ada saat dimana kamu diminta untuk lebih dalam lagi melihat siapa dirimu.

Ah memang semua itu akan ada waktu dimana kita harus menanam dan ada saat dimana kita harus menuainya. Apa yang kamu usahakan dan kamu perjuangkan sata ini percaya saja tidak ada yang sia-sia dari semua itu. Usaha yang kamu perjuangkan saat ini adalah bentuk kamu bersyukur dengan kekuatan yang sudah diberikan kepadamu. Untuk apa selalu meratapi ketidakpunyaan kita dibandingkan dengan yang lain, apakah itu bisa mengubah kita dalam sekejap mata ? No. Itu hanya sebuah halusinasi yang akan membawamu sebentar saja melayang, tapi pada akhirnya kamu harus kembali berpijak pada kenyataan inilah dirimu yang sesungguhnya.

Aapa yang sudah kamu dapat sampai hari ini adalah hasil dari prosesmu menempa dirimu di masa yang sudah berlalu. Bagaimana kamu berpacu dengan waktu, bagaimana kamu mengalahkan ketakutanmu untuk sesuatu yang baru. Semuanya itu bukannya sudah berntuk pencapaian dari dirimu saat ini. Ketahuilah, semua akan ada masanya masing-masing. Tidak dalam sekejap mata kita bisa mengubah segala sesuatunya sama seperti apa yang kita mau. Kita tidak punya lorong waktu yang seolah bisa menebak kapan masa itu akan datang. Nikmati saja apa yang sudah dihidangkan dihadapanmu saat ini.

Taukah kamu bahwa apa yang diperlihatkan orang-orang itu terkadang bukan sebagaimana mestinya yang ada ? Banyak orang atau bahkan semua dari kita selalu ingin menujukkan sisi kehebatan kita, entah itu dalam hal kecil ataupun besra. Tapi kita selalu menutup mata akan bagaimana semua itu terjadi dibalik yang kasat masa dari kita. Ah sudahlah, kadang tidak akan ada habisnya selalu meenilai satu persatu apa yang ada pada kita untuk dicocokkan dengan oran lain. Bukankah akan lebih berharga dan tidak akan buang-buang tenaga jika kita lebih menilik diri kita bahwa kita sudah lebih dari dicukupkan dengan semuanya ?


Selasa, 13 Juni 2017

be survive

Kata siapa bertahan itu mudah ? Orang berlomba-lomba untuk tahu siapa yang paling survive. Mungkin bisa dikatakan dalam segala hal. Jam dulu orang orang mengenal istilah seleksi alam, mungkin teori itu masih berkembang sampai hari ini dengan berrbagi bentuk penafsiran. Antara orang satu dengan orang lainnya memiliki artiannya masing-masing, tidak bisa disamakan itulah yang namanya keberagaman pendapat dan penilaian. Kembali lagi ke bertahan ? Apa usahamu untuk tetap bertahan dengan segala pergumulan yang ada ? Mengolah nafas, menenangkan diri, seolah semuanya akan membaik. Berharap bahwa segala sesuatunya juga akan berlalu tanpa kita harus mengkhawatirkan. Bukannya kekhawatiran hari ini cukup untuk hari ini saja, karena esok akan ada kekhawatirannya sendiri.

Bertahan. Seberapa kamu tahu bahwa kekuatan itu ada dalam dirimu sendiri. Kamu yang tahu seberapa panjang kakimu harus melangkah. Dan seberapa jauh kamu harus tetap berlari. Walaupun terkadang bertahan bukan hanya untuk diri kita sendiri tetapi untuk orang-orang disekitar kita. Tapi mengapa terkadang bertahan selalu dikorelasikan dengan sebuah pengakuan ? Pengakuan bahwa kita mampu, pengakuan bahwa kita kuat, pengakuan bahwa kita bisa. Bukankan pengakuan dan pembuktian itu ada untuk diri kita sendiri. Bagi mereka yang melihat biarkan saja mereka menafsirkannya sendiri. Lantar untuk apa sebuah pengakuan jika terkadang terkesan hanya untuk sebuah ajang perlombaan ? Supaya tahu siapa yang "paling". Paling kuat, paling bisa, dan paling tangguh. Dan mungkin paling istimewa sekalipun.

Bertahan untuk menyakinkan diri sendiri bahwa kita mampu berdiri dalam segala situasi. Bertahan untuk tahu bahwa perjalanan itu masih terasa panjang. Bertahan bahwa yakin di depan masih ada banyak kejutan yang menakjubkan. Bertahan bahwa ini hanyalah sementara. Baha akan selalu ada pelangi sehabis hujan. Begitu bukan ?


Rabu, 24 Mei 2017

to be positive

Ini bukan tentang perlombaan siapa yang nantinya akan datang lebih cepat di garis finish. Semuanya berbicara tentang proses. Proses dimana kamu tahu seberapa kokoh kakimu untuk berlari menembus keterbatasanmu. Dimana kamu akan sampai di petualangan-petualangan baru yang tidak akan pernah terbayangkan sebelumnya. Mungkin ada kalanya kamu mempertanyakan di fase mana kamu sekarang berada, yah disini. Dimana kamu tahu kamu berdiri di kakimu sendiri, dan akan kemana arah itu kamu yang akan menjadi kemudimu. Akan seperti apa nanti generasi yang akan kamu bentuk dengan teladan dari dirimu saat ini.

Tidak perlu menjadi sempurna untuk menjadi teladan, tapi bagaimana kamu memahami dirimu sendiri bahwa masih banyak hal yang perlu di perbaiki untuk menjadikan dirimu seorang teladan tanpa harus mengurui. Biarkan saja dunia yang melihat. Mereka tidak tidur. Walaupun mereka kadang lebih dari sekedar menghakimi. Tapi mereka tidak akan pernah tahu seberapa kamu berjuang untuk hidupmu saat ini.

Setiap kisah orang itu sangatlah indah. Tidak ada yang baik dan tidak ada yang lebih buruk. Mereka semua berada dalam porsi penilaiannya masing-masing. Begitu juga dengan hidupmu saat ini. Lalu apakah hidupmu akan berbubah dalam hitungan detik ketika kamu berhasil membandingkan kepuyaanmu dengan kepunyaan orang lain ? Tidak ada kuasanya kita untuk ini.

Ah sudahlah kalau harus berlama-lama mendramakan hidupmu dengan segala sesuatu yang kamu bandingkan itu. Berhenti saja. Coba lihat ke dalam dirimu sendiri, apa yang sudah kamu lalui, apa yang sudah kamu capai selama ini. Mungkin itu yang tertutup dari padanganmu, hingga akhirnya yang kamu lihat hidup mereka di sekitar kamu. Tidak akan ada habisnya jika selalu mengomentari apa yang sebenarnya bukan menjadi porsi kita. Tapi ya begitulah manusia, yang terkadang merasa paling benar dengan pemikirannya sendiri.

Jika kita hanya diam, terkadang kita dibilang sok suci. Lalu yang benar itu seperti apa ? Mungkin kadang yang benar itu tidak perlu mempedulikan omongan orang atas hidup kita, begitu juga sebaliknya. Lihat ke dalam dirimu sendiri, betapa indahnya hidupmu dengan segala dinamikanya. Liat sisi-sisi yang mungkin selama ini tidak pernah tersntuh oleh matamu. Tapi ada hal yang perlu kamu syukuri bahwa kamu masih bisa ada dan merasa itu terkadang menjadi hal yang lebih indah dibandingkan dengan melihat ke dalam lagi hidup orang lain.



Rabu, 04 Januari 2017

(NEW) adventure (?)

Hei, selamat datang di petualang baru. Petualangan yang baru saja di mulai. Dengan babak baru, yakin saja kalau akan banyak kejutan baru yang membuat kita menerka-nerka unpredictable moment apa saja yang nantinya akan kita temui. Benar saja, rasanya baru kemarin dimulai ternyata banyak langkah-langkah yang perlu di selaraskan dengan segala sesuatu yang baru. Baru saja dimengerti, baru saja dipahami dan baru saja diselaraskan. Jika tidak begitu bagaimana kita bisa menderapkan langkah untuk terdengar seirama ?
 
Selamat datang di petualangan baru yang mungkin akan lebih banyak bumbunya. Bumbu asin, bumbu manis, bumbu asam yang akan bercampur jadi satu. Jadi satu adonan menarik yang nantinya akan menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dinikmati. Dinikmati bersama, kelak, ketika rambut sudah memulai memutih dan kita bersama membuka album kenangan akan semua masa yang pernah terekam disana. Suka, duka, tangis, tawa dan canda apapun itu akan selalu menjadi cerita menarik mengiringi petualangan baru ini.
 
Selamat datang di petualanngan baru, dimana kamu belajar untuk semakin mengerti dan mengenal siapa dirimu sesungguhnya sebelum kamu mengerti yang lain, dimana kamu harus tahu bagaimana menjadi pribadi yang lebih anggun lagi daripada sebelumnya. Ini lebih sekedar dari memberi dan menerima seperti yang banyak orang katakan. Tapi ini lebih dari bagaimana kita bisa menjadi pelengkap akan kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Yah, mungkin terlalu dini jika harus menjelaskan seolah sudah makan asam asinnya garam. Tidak akan bilang tidak, tapi akan lebih bisa mempertegas lagi kalau ini baru memulai itu semua, jadi bisa dsimpulkan dengan satu kata yaitu "belum".
 
Selamat datang di perualangan baru, dimana kamu belajar untuk menahan amarah kamu, sehingga kamu tahu bagaimana menciptakan iklim yang menyenangkan untuk kamu rasakan sendiri. Kamu tahu seberapa kapasitasmu untuk menahan egomu, disini, di petualangan baru ini, kita akan lebih mengerti bagaimana kita akan menjadi rem dan gas. Semua menyatu bukan saling berkompetisi untuk tahu siapa yang lebih unggul dari satu sama lain.
 
Selamat datang di petualangan baru. Dimana masa-masa penantian adalah masa-masa yang menguji kesabaranmu untuk saling menguatkan satu sama lain. Menguatkan genggaman untuk saling berpegang bahwa kitalah pondasi untuk rumah kita sendiri. Bukan batu yang kokoh, atap yang megah ataupun lantai yang berkilauan, tetapi bagaimana kita menguatkan rasa memiliki kita satu sama lain, hingga kita tahu peranan kita masing-masing untuk saling menopang hingga apa yang ada pada kita terlihat begitu menawan.
 
Selamat datang di petualangan baru. Dimana babak demi babak akan menjadikanmu seolah pembelajar yang ulung. Yang awalnya tidak mau tahu, mungkin di petualangan bamau tidak mau kamu akan dipaksa untuk belajar hal-hal baru untuk lebih meningkatkan kualitas dirimu menjadi lebih baik lagi.
 
Selamat datang di petualangan baru. Dimana perjuangan yang kita usahakan bersama hingga nantinya tidak akan ada sia-sia. Yakinlah, jika salah satu dari kita lelah, ada tanggan-tangan lain yang akan saling menguatkan dan meyakinkan bawa segala sesuatunya akan membaik.
 
Selamat datang di petualangan baru, dimana pelukanmu menjadi salah satu cara untuk meredamkan kemarahan dan rasa lelah akan perjuangan diluar sana. Dimana kamu tahu bahwa sejauh apapun kamu akan pergi dan melihat dunia, bahwa kamu adalah tempat yang selalu di rindukan untuk berpulang, tempat yang selalu terdengar romantis untuk disebut rumah.
 
 

Rabu, 05 Oktober 2016

trust me

Lag-lagi tentang sebuah kesabaran. Tentang bagaimana kita bertoleransi dengan keadaan yang sebagaimana tidah bisa kita kendalikan. Keadaan yang seolah sedang menguji kita dalam sebuah kata dimana itu tertuju pada bertahan. Kamu tahu kamu adalah sosok yang kuat, jika kamu mempercayakan itu pada dirimu, kamu harus tahu bahwa kamu bisa dan kamu mampu. Tidak perlu mengeluh kepada semesta akan keputusan yang dibuatnya. Semesta akan lebih bisa mensinkronkan apa yang dari awal tidak pernah ditebak oleh kita. Kita ini sekali lagi hanya pemain. Bisa apa jika pemain harus memainkan peran yang sudah ditetapkan oleh sang pembuat skenarionya ? jalani saja, jika kamu lelah, bilang saja lelah. Untuk apa harus terlihat tangguh, jika nyatanya harus keadaan yang menumbangkan kamu.
 
Lihat mentari esok akan bersinar lebih cerah lagi. Tentang secangkir teh manis yang bisa menghangatkan hari kita. Duduk di teras untuk setidaknya menghabiskan waktu hingga senja kita nanti bersama. Kita yang selalu berpegangan tangan untuk saling menguatkan, bahwa kamu ataupun  aku tidak lagi sendiri. Semesta akan melingkupi kita dengan berkahnya yang berlimpah. Bukankah kita pernah bertemu dengan sebuah ujian percobaan yang seolah membuat kita akan angkat tangan ? Toh, pada akhirnya kita bisa melewatinya bukan ? Bukan tentang hari ini saja, masih banyak perjalanan yang akan kita tempuh.
 
Tenanglah. Percaya saja aku ataupun kamu akan bisa menjalani masa-demi masanya bersama, menikmati setiap kejutan untuk saling terpukau bahwa ini yang telah kita dapatkan. Tentang semua mimpi kita, tentang semua rasa kita yang akan bermuara pada satu tujuan.
 
Hujan hari ini tidak akan terus menerus menguyur dengan derasnya. Kita masih bisa saling berpelukan untuk menghangatkan satu sama lain. Saling menghapus air mata, dan saling menghibur ketika sendu itu datang. Yakinlah sayang, waktu akan terus bergulir hingga mempertemukan kita dengan masa yang lebih indah dari pada hari in. Kekhawatiran hari ini cukupkan saja untuk hari ini, karena esok akan ada kekhawatirannya sendiri.