Selasa, 28 Juli 2020

"NEW" NORMAL

Saat ini berada diposisi yang ehmm bisa dikatakan serba salah. Mau percaya atau tidak namun fakta-fakta itu seolah menjawab. Ingin pura-pura tidak tahu, namun seolah suara-suara itu semakin digaungkan. Yah, memang pada kahhirnya mau tidak mau kita dituntut untuk mengikuti perkembangan yang ada. Keadaan yang sulit untuk sebagian orang. Namun jika kita bicara dengan orang yang dengan begitu mudahnya menyesuaikan, hal ini akan terdengar sangat gampang, karena ini adalah area dia bermain peran.

Jenuh bukan jika terkengkang dalam sebuah ketidakpastian yang seolah memaksamu untuk tetap tinggal di tempat. Seakan tidak ingin tahu bagaimana keadaanmu saat ini. Karena pada kenyataannya semua orang saat ini berteriak meminta perhatian. Entah karena terkenda dampak, entah karena sudah terlalu lama bungkam atau terlalu lama dipaksa untuk percaya. 

New Normal Archives - Bali Royal HospitalYah semua kembali kepada asumsi masing-masing. Tinggal bagaimana kita memandangnya dan dari mana kita melihatnya. Karena setiap tenpat kita diam saat ini berada di sudut yang berbeda. Mungkin butuh waktu untuk lebih banyak berbicara dengan diri sendiri. Lebih menerima bahwa segala sesuatunya bukan atas kendali kita. Bukan lagi atas kemauan kita. Namun semuanya sudah bergerak ke arah tatanan baru. Apakah ini yang dinamakan konspirasi ? Entahlah, yang diketahu dari awal hanyalah konspirasi alam. Tetapi jika pada akhirnya ini adalah sebuah skenario para penguasa, entahlah mungkin itu bukan ranah kita lagi untuk menganalisanya lagi. Lalu jika kita tahu ini benar-benar konspirasi ? Kita mau apa ? Mau tidak mau kita tetap ada di dalamnya bukan ?

Lalu apa yang bisa diperbuat saat ini ? Begerak, bukan ? Berubah, bukan ? lalu menyesuaikan bukan. Karena sekali lagi kita tidak pernah mengontrol segala sesuatu di luar kendali kita, yang bisa saat ini adalah memahami, menerima dan melakukan perubahan itu. Bergerak untuk menjadi lebih baik dengan berkompromi dengan diri sendiri. untuk apa ? Ya untuk lebih bersabar bahwa segalanya akan segera berlalu dan pulih. Untuk paham akan maksud alam membentuk kita menjadi lebih dewasa lagi. Dengan segala perubahaannya, mungkin ini adalah zaat dimana setiap orang keluar dari zona nyamannya. Meletakkan sejenak ego setiap dari kita, dan lebih mengikuti ritme alam yang akan membawa kita pada petualangan baru. Alam sedang menyiapkan cerita terindah buat kita. Mungkin bukan saat ini, mungkin besok atau lusa. Entahlah. Bersabarlah, nanti semuanya akan lebi indah. 

Kamis, 11 Juni 2020

it called "CORONA"

Yuk hari ini kita cerita tentang kondisi saat ini. Kondisi ini sudah dimulai dari awal tahun lalu, tetapi di tanah air kita sendiri baru booming di akhir bulan Maret 2020. Awalnya semua biasa saja, ingin rasanya tidak mau tahu. Karena jauh dan tetap berharap semua baik-baik saja. Tetapi makin hari sepertinya gaungnya semakin tidak terkendali. Dari yang awalnya 3 orang makin hari makin bertambah hingga sampai hari ini sudah dengan angka kepala 2. Mengerikan bulan kedengarannya ? Yah, semua ini tentang sebuah wabah yang namanya wabah virus Corona. Orang sering menyebutnya dengan virus covid-19. 

Can Coronavirus Heal The World ? - Posts | FacebookRasa-rasanya semuanya seperti sebuah mimpi. Atau bahkan seperti halusinasi atau khayalan di film-film yang banyak kita lita. Kondisi yang mencekam, bahan kota-kota yang biasanya hiruk pikuk dengan orang-orang dan suara kendaraan, bahkan sempat hening. Lampu-lampu yang biasanya memacarkan warna-warninya, seolah sengaja dimatikan untuk sementara waktu supaya kita tetap #dirumahsaja. Kenapa harus #dirumahsaja ? Yah karena itu cara kita menahan dan melawan laju penyebarannya.

Yah, kondisi ini tidak terasa sudah berjalan 3 bulan. Dengan segala usaha kita lakukan untuk menghalau makin merebaknya kondisi pandemi ini. Sungguh, ini bukan kondisi yang diharapkan banyak orang. Banyak rencana-rencana besar yang tertunda. Banyak mimpi-mimpi yang diurungkan. Dan banyak harapan-harapan yang sejenak kita simpan. Kapan ini berakhir ? Masih banyak spekualsi-spekulasi yang berkembang. Masih banyak teori-terori baru yang bermunculan. Atau bahkan muncul rasa berontak dan saling menyalahkan. Sepertinya semua makin diluar akal sehat kita. Yah, ini memang tidak mudah. Tapi bukan berarti kita tidak bisa bukan ?

Banyak pola kita yang sebelumnya mau tidak mau kita rubah. Banyak kebiasaan-kebiasaan sebelumnya yang harus kita lawan, karena memang kita tidak bisa membawa budaya lama kita untuk bersahabat dengan kedaan yang baru ini. Banyak orang sudah mulai mendengungkan "new normal" baik dari semua segi kehidupan kita bukan lagi melawan namun mencoba bersahabat, berdampingan hhingga semuanya bisa berjalan kembali. 

Roda itu harus tetap berputar, roda itu harus tetap dijaga keseimbangannya. Tapi bagaimana ? Yah, mungkin inilah saatnya kita keluar dari zona nyaman kita. Kita mencoba untuk bertumbuh dengan cara yang baru. Kita bertumbuh dengan cara pemikiran yang tidak seperti sebelum-sebelumnya. Sulit memang, tapi percayalah ini semua mampu kita lewati bersama. Karena nyatanya kita juga merindukan melihat senyum-senyum itu lagi.

Jenuh, sedih, marah, apapun itu rasanya. Yakinlah bukan hanya kita saja yang merasakannya. Bahakan ratusan ribu orang diluar sana juga merasakan hal yang sama. Bersabar, itu yang diminta dari kita. Ikhlas itu yang dituntut dari kita. Bertumbuh itu yang dimau dari kita. Nanti, ketika semuanya sudah berlalu, kita akan duduk bersama bercerita hangatnya saat kita #dirumahsaja berkumpul bersama dengan orang yang tersayang. Nanti, disaat semuanya kembali berputar, kita akan bercerita bahwa jarak itu adalah cara yang menguji kita. Tapi yakinlah, bahwa pelangi itu akan kembali bersinar setelah hujan. 

Selasa, 12 Mei 2020

R-I-N-D-U

Sedang jenuhkah kamu saat ini ? Rindukah kamu untuk melihat luasnya dunia diluar sana ? Ataukah kamu sedang merindukan hiruk pikuk orang tanpa harus tertutup senyumnya ? Yah, kadang kerinduan itu datang tanpa permisi. Namun, bukan rindu namanya jika tidak mengusik untuk didatani. Rindu itu seperti senja, yang selalu indah untuk dinikmati namun terkadang cepat pergi dengan sendirinya. Tapi rindu itu kadang lebih suka bertahan dan tidak mau beranjak tanpa kita menyadari dia benar-benar ada.

Mungkin seperti saat ini. Dimana semua ruang gerak kita terbatas oleh keadaan, rindu itu selalu berkecamuk untuk diantarkan ke tempatnya. Tempatnya untuk bertemu dengan yang dirindu. Namun, terkadang kita harus sadari bahwa semua yang terjadi saat ini mungkin adalah cara rindu untuk llebih bersahabat dengan kita. Bercengkrama jika nantinya akan ada saat dimana rindu itu akan tersampaikan. Mungkin rindu sedang mengajarkan kita bagaimana caranya untuk bersabar dan percaya semua akan indah pada waktunya. Mungkin rindu juga yang nantinya akan mengukirkan senyum yang sedari lama sudah tidak pernah kita lihat.

Rindu. Banyak kata yang bisa menggambarkan satu kata itu. Dan setiap rindu itu berbeda. Berbeda bentuk dan yang pasti berbeda rasa. Ada rindu yang harus terjawab dan ada rindu yang engan untuk dirasakan. Semua seiring berjalan berdampingan untuk menyatakan bahwa rindu itu sungguh benar-benar ada.


Kamis, 23 April 2020

BE POSITIVE

Setelah ada duka, setiap orang berhak menemukan sukacitanya. Berhak untuk kembali ke point bahagia untuk dirinya sendiri. Lepas dari riuhnya kritikan orang, mereka berhak untuk bahagia. Bahagia bukan darii apa yang dikata orang, bukan dari apa yang orang ingin lihat. Namun, bahagia dari apa yang diri kita ciptakan sendiri. Bisa jadi bahagia mereka karena mereka tahu bagaimana menerima dukanya untuk diolah dan dipolesnya untuk jalanya bahagia.

Iya, benar memang kita tidak boleh berlama-lama larut dalam sedih kita. Karena emosi negatif ini datang sementara untuk kita peluk dan kita ajak bercengkrama. Untuk bisa kita terima dan kita jadikan sahabat yang menguatkan bukan ? Lalu apa yang salah jika kita beranjak untuk menjemput bahagia kita sendiri ? Bukan berarti dukanya yang lalu telah sirna begitu saja, tapi dia simpan dalam-dalam untuk dijadikan tempatnya berpijak dan berterimakash. Berterimakasih telah mengajarkan cara bertahan. Berterimakasih untuk mengajarkan cara berjuang dan hidup.

Hidup bukan untuk detik atau menit ini saja, namun lebih panjang nanti di depan sana. Jalan setiap orang tidak bisa kita paksakan sesuai ekspektasi kita, tapi biar saja semuanya berjalan dengan skenarionya masing-masing sebagaimana mestinya. Bukan tentang salah dan benar, tapi tentang sekarang atau nanti. Bukan tentang hitam atau putih, tetapi tentang diam atau bergerak. Sudah, sudah tidak perlu ada yang disesali. Biarkan saja semuanya menjadikannya cerita masing-masing. Kita bukan seorang komentator untuk selalu mengkritik apa yang tidak sama dengan yang ada dipikiran kita. Tapi kita hanya pemeran yang harus terus memerankan karakter dengan apik. Bukankah begitu hhidup itu ?

Apa yang sudah pergi tidak perlu berlama-lama ditangisi. Jika pergi bukan untuk kembali. Biar ada hati baru yang akan jadi penghiburan. Bukan tentang tidak setia, namun tentang menerima dan ikhlas. Bukan tentang menolak, tetapi tentang bersyukur bahwa segala sesuatunya menjadi indah disaat yang tepat.

Rabu, 11 Desember 2019

2019

Yeah, akhirnya sudah sampai di penghujung tahun lagi, dan kali ini di tahun 2019. How about 2019 ? Up and down, as always like a rollercoster. But, we did it. Jika dilihat dari history hanya 2 kali menulis tahun ini dengan termasuk satu tulisan ini. Hey, kemana saja selama ini ? Bukankah selama 2019 ini banyak cerita seru yang bisa kita bahas bersama ? Hahaha. Memang benar adanya kalau self-talk itu sangat penting untuk merefleksi diri kita sendiri. Apa yang sudah kita lakukan sampai hari ini, untuk siapa, bagaimana, dan apa yang nantinya akan kita lakukan ke depannya ? Seperti sebuah big frame setiap tahunnya, tapi yang pasti selalu berharap big frame yang baik-baik saja. Lalu kenapa kita selalu lupa untuk memberi spare ataupun ruang untuk diri kita jika nantinya apa yang sudah kita rencanakan dari awal tidak sesuai dengan ekspektasi kita ? Yap, benar jika ruang itu benar harus kita siapkan supaya jika ada masa dimana rencana-rencana kita bukan skenerio-Nya, kita siap untuk memberi ruang kita untuk jatuh, sedih, berdiam dan menyendiri. Tapi bukan berarti kita harus berhenti disitu, kita tahu apa yang membuat kita sendih dan terdiam, tapi bukankah itu juga menjadi jeda untuk kita berlari lebih kencang lagi dari sebelumnya ? Lebih luas lagi hati dan pikiran kita untuk bisa lebih letting go dari semua yang menjadi bagian cerita hidup kita.

Mari berterimakasih dengan waktu-waktu yang sudah berhasil menemani dan memberi kita cerita-cerita yang begitu unik. Mari berterimakasih dengan orang-orang yang sudah menjadi bagian dari perjalanan kita, pergumulan kita, dan mimpi-mimpi kita. Berterimakasih juga untuk orang-orang yang bisa dikatakan sebagai "TOXIC" untuk kita, karena dari mereka kita belajar untuk mengontorl diri kita, tahu sampai batas mana kadar dan kesabaran kita. Mari berterimakasih pada tempat-tempat yang sudah memberikan waktu utuk kita datangi dan berkenalan dengan mereka. Karena dari tempat-tempat itu kita akan semakin paham, bahwa diluar sana banyak cahaya yang bisa kita temui dari setiap tempatnya. Mari berterimakasih juga untuk semesta yang selalu memberikan ruang untuk kita bertumbuh dan berproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi setiap harinya. Mari berterimakasih dengan setiap hal yanga da dalam hidup kita, baik itu yang kita harapkan dan tidak kita inginkan. Bagi mereka yang come-and-go, bagi mereka yang white-and-black, bagi mereka yang smile-and-sad, dan bagi mereka semua yang membantu melukiskan wana di kanvas cerita kita 2019. Terimakasih sudah membantu menjadikan pribadi kita seperti saat ini untuk tetap berproses menjadi pribadi yang lebih anggun dan elegan lagi untuk masa selanjutnya.




Rabu, 16 Oktober 2019

Back To Basic

Hai long time no see ? How is your life ? Hahaha. Setelah hampir seabad absen dan butuh beberapa jam untuk inget alamat email dan password akhirnya back to basic. Yes, i really love this sentence. BACK TO BASIC. Terkadang kita terlalu sibuk berkutat dengan ambisi untuk mengikuti apa yang sedang jadi kekinian. Untuk bisa lebih dikenal dengan istilah milenial, dan yang tak kalah pentingnya tidak gugur disaat persaingan jaman 4.0. Sangat kekinian bukan ?

Tapi terlepas dari semua itu terkadang kita lupa untuk kembali ke basic kita sebagai seorang pribadi. Lupa untuk kembali mengenal dan bercengkerama dengan diri kita. Siapa kita, dimana kita, dengan siapa kita dan apa mau kita. Itu yang kadang terlupakan disaat kompetisi sedang menjadi-jadi. Entah karena kita terlarut dengan hiruk pikuk kesibukan atau memang sudah tak ingin peduli lagi dengan basic yang seharusnya lebih kita hargai ? Entahlah. Yang ada mari kita duduk sebentar berefleksi dengan diri kita, coba bercengkeraman lebih sederhana lagi. Siapa kita ? Kita terkadang terlalu sibuk menjadi oranglain untuk bisa dipandang dan dikenal. Atau bahkan sampai apa yang kita lakukan adalah "masking" untuk membuat orang terpukau dengan apa yang kita lakukan ? Tidak ada salahnya memang untuk kita kembali ke prinsip personal branding. Tapi pada akhirnya baiknya kamu adalah apa adanya dirimu. Bertutur kata sesederhana kamu ingin dikenal orang, tersenyum semanis kamu ingin dikenang orang. Bukankah sesimple itu ? Ya walaupun bayak yang beralibi bahwa hidup tidak sesimple itu. Tapi terkadang hidup yang kita rumuskan serumit rumus matematika, namun ketika kita kembali ke basic kita, kita akan tersadar betapa sederhananya kita menerima diri kita ada apanya.

Kenapa harus back to basic ? Bukankah itu modal kita untuk lebih tahu apa yang akan kita tuju dan visi apa yang akan menujukkan arah kita ke tujuan kita ? Semuannya kembali sesederhana itu. Memang setiap orang dengan kelebihannya, bukan dengan kekurangannya. Jika yang terbanyak di pelupuk mata kita hanya kekurangannya, yang ada hanya kita akan mengotori pikiran kita dengan segala macam prasangka yang sebenaarnya itu semua hanya kita sendiri yang menciptakannya. Tapi coba kita ubah cara pandang kita. Melihat semuanya dari sisi terangnya, sukannya semuanya akan terlihat lebih jelas dan mudah untuk dipahami ? Dan kitapun tidak akan terjebak dalam pemikiran gelap yang akhirnya hanya akan menimbulkan iri hatti dimana itu lebih akan jadi penyakit lagi.

So, tidak ada salahnya kita bermain analisis tentang dinamika yang ada saat ini. Namun, pada akhirnya harapannya adalah kita menemukan jalan untuk kembali ke basic kita, untuk lebih sesimpel dengan pertanyaan "WHO AM I ?"

Selasa, 04 Desember 2018

Dear, malaikat kecil :)

Yeah, akhirnya sampai juga di penghujun tahun 2018. Rasanya juga sudah lama tidak bercengerama dalam bentuk huruf-huruf. Hei apa kabar ? Apakah kabarmu baik-baik saja ? Yah, aku harap begitu. Apakah hidupmu saat ini lebih menyenangkan ? Yah pastiya. Deengan cerita-cerita baru dengan kisah yang pastinya lebih menarik lagi. Menarik untuk sellau dibahas dari berbagai sudut pandang.

Sudah lama juga rasnya tidak bertukar pikiran dalam hal yang awalnya kita anggap sepele ternyata menjadi pembahasan yang sangat menarik. Kali ini ingin bercerita tentag bagiamna malaikat kecil mampu mengubah hidup, pikiran bahkan dunia kami.

Matanya yang indah mampu meneduhkan hari yang gundah, mengusir rasa penat yang seolah tak ingin datang kembali. Matanya yang teduh membawa kedamaian yang tidak mampu lagi dijelaskan dengan sebuah kalimat panjang. Matanya yang indah seolah membukakan dunia bahwa segalanya memang begitu indah. Senyumnya yang manis mampu menentramkan keraguan dalam setiap langkah, menghapus rasa abu-abu itu. Menguatkan saat rasanya tak ingin lagi berjalan. Genggaman tangannya mampu menegakkan kembali harapan yang seolah dengan perlahan mulai pupus, menerbitkan kembali cahaya yang seolah makin meredup. Terimakasih malaikat kecil, dengan cahayamu, kamu mampu mengubah hidup kami. 

Doakan kami untuk terus berjuang membukakan jalan untukmu, untuku terus melangkah hingga kamu nanyyinya sanggup berlari dengan sendirinya. Jadilah selalu cinta untuk menghangatkan pondasi rumah kami. Mampukanlah kami untuk terus tersenyum memberikan yang termanis untuk hidupmu. Karena kami akan berjuang memberikan warna-warni dalam hidupmu.