Senin, 23 September 2013

wanita (mandiri) itu

Wanita mandiri itu adalah dia yang selalu tersenyum walaupun dia tahu ini tidak akan mudah. Dia akan selalu membuka hatinya untuk siapa saja yang ingin mendapatkan rasa aman. Dia tidak pernah mengharapkan balasan jika nyatanya yang dia berikan tidak sebanding dengan apa yang mereka berikan. Dia selalu memiliki cara untuk tersenyum walaupun dunia menjauh darinya. Dia yang selalu tahu bagaimana caranya untuk berdiri ketika banyak cobaan mengoyahkan langkahnya. Dia selalu tahu bagaimana bersabar untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya.

Wanita mandiri itu adalah dia yang selalu mencoba melakukan yang terbaik namun dia siap dengan kemungkinan terburuk sekalipun. Dia selalu berusaha untuk tetap tegar walaupun banyak cara untuk menjatuhkannya. Dia tahu bagaimana caranya untuk menjaga hati demi yang tersayang. Dia mengerti bagaimana harus bersikap ketika banyak persaingan yang tidak menyehatkan. Dia tidak ingin merepotkan banyak orang hanya demi kepentingannya sendiri. Dia mau merendahkan hatinya hanya untuk memberikan kesempatan kepada orang lain. Dia yang selalu menunggu dengan tulus tanpa harus menuntut yang lebih. Dia tidak mengharapkan sejuta pujian untuk membuatnya tersanjung, karena dengan sebuah senyuman dia mampu mengerti akan rasa yang dia punya. Dia selalu melangkah dengan pasti walau dia tahu kalau didepan sana banyak cobaan yang menanti.

Wanita mandiri itu selalu berani mengambil resiko namun dia selalu bijak dalam menentukan pilihan. Dia tidak pernah dengan cepatnya melupakan sebuah janji, karena bagi dia janji adalah hal yang harus ditepati. Dia selalu menuturkan apa yang dia rasakan dengan lembut walaupun dia tahu dia kadang tidak pernah sedikitpun diperdengarkan. Dia selalu dengan ikhlas membantu walaupun kadang bantuan itu dianggap sebelah mata oleh orang yang meremehkannya. Dia selalu memiliki maaf yang tulus karena baginya maaf adalah jalan untuk memberikan kasih. Dia tidak pernah menuntut semuanya menjadi sempurna. Karena dia tahu tidak ada yang sempurna didunia ini. Dia tahu bahwa, "bagi mereka pencari kesempurnaan, mereka harus siap dikecewakan oleh apa yang dicarinya". Dia selalu memiliki rasa yang utuh yang akan diberikan kepada yang tercinta.

Wanita yang mandiri itu bukan berarti tidak pernah menangis. Karena bagi dia air mata adalah rasa yang tidak pernah terungkap. Dia tidak ingin dipandang lebih, karena bagi dia kesederhanaan adalah kesehariannya. Dia ingin tampil apa adanya, dipandang bukan dari mana dia, tapi karena siapa dia saat ini. Dia selalu tampil anggun meskipun dia bukan terlahir sebagai putri. Dia tahu bagaimana harus memperlakukan orang. Dia tidak pernah membeda-bedakan dengan siapa dia berucap. Karena bagi dia semuanya adalah sahabat. 

Wanita mandiri itu tidak harus memiliki tampilan fisik yang dapat memukau banyak mata lelaki. Dia selalu tampil dengan caranya sendiri. Dia tidak ingin dipandang terlalu berlebihan. Dia ingin mendapati dirinya dianggap sama seperti yang lain. Bukan karena tangguh atau karena sikap sok tegarnya. Namun, dia yang mandiri adalah dia yang selalu mendapat nilai plus dimata orang awam tanpa harus mendeklarasikan siapa dirinya.

Wanita mandiri itu mencoba untuk memantaskan hatinya menjadi yang terbaik untuk yang terbaik. Tidak perlu harapan yang berlebihan. Dia ingin dicintai dengan sederhana, bukan dengan cara yang luarbiasa. Karena baginya, keutuhan itu hanya bisa didapat jika dua pihak saling mencinta. Bukan tentang dicinta dan mencintai namun pada arti sebuah cinta untuk mereka jalani. Wanita mandiri memiliki keanggunan yang tak tertandingi, meski banyak orang selalu meremehkankannya. Dia tidak pernah menyimpan dendam. Karena bagi dia dendam hanya akan menjadi sampah hati yang membebani. Dia tahu caranya menikmati hidup. Karena bagi dia bahagia adalah hak untuk setiap orang. Bagi wanita mandiri, bahagia itu sederhana. Melakukan yang membuatnya bahagia. Dan meninggalkan sesuatu yang hanya membuatnya sendih. Dan dia tahu kalau semua ini akan berlalu. 

Jumat, 13 September 2013

WHO ARE YOU ?

Hei, siapa kamu ? Kamu yang setiap harinya ada dalam pikiranku ? Kamu menyapa dengan tidak sopannya hingga membuat aku letih dengan sapaanmu. Harusnya aku tidak suka dengan ketidakpastian ini. Menyapa dengan sesukamu, meninggalkan sebuah cerita lalu dengan mudahnya kamu pergi begitu saja. Sementara ? Yah, aku rasa begitu adanya. Terlalu lugas jika harus menyimpulkan dalam waktu yang sekejap. Bukankah semua itu butuh proses ? Ah kalimat yang terlampau klise untuk diperdengarkan. Karena memang kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok. Yang kita tahu apa yang terjadi kemarin itu adalah sebuah cerita yang tidak bisa diulang kembali. Lalu, bukannya kamu hadir dalam masaku yang sudah lalu ? Lalu maumu apa lagi ? Apa kurang segala perilakumu yang hanya membuatku selalu mempertanyakan emosiku sendiri ? Dalam sekejap kamu bisa merubah keadaan menjadi lebih baik dan begitu juga menjadi lebih buruk. Coba katakan siapa kamu ? Sejak awal aku tidak pernah mengenal sosokmu yang tiba-tiba ada dalam hiudpku. Mungkin bisa dipastikan ini sama seperti yang lain. Namun mengapa aku selalu mengalami hal yang berbeda jika itu kamu. Kamu yang tiba-tiba membuatku mengerti apa itu yang namanya berharap ? bahkan aku sudah lebih jika harus memberatkan diriku jika harus terlalu berharap akan sesuatu yang tak pasti.  Lalu berharap yang seperti apa lagi yang kamu hadirkan ? Sesaat. Karena terlalu nyata jika itu hanya dimainkan dalam kata-kata yang merangkai sebuah perasaan. Ini terlalu basi jika harus mengungkapkannya dalam satu kata yang mengungkap segalanya. Coba, sejenak mari kita renungkan. Kebetulan ? Lalu, bukannya tidak ada yang kebetulan didunia ini ? Rencana Tuhan ? Oh Tuhan, semacam apa lagi ini ? Bukannya ini terlalu impossible. Kedengarannya terlalu pesimis. Tapi seperti itulah keadaannya. Terlalu nyata, jelas, dan gambalang untuk berkata "tidak". Alasan mana lagi yang masih kamu ragukan ? oya, memang sudah tidak ada alasan lagi untuk kembali duduk bersama dan mengkompromikan segalanya. Logika terlalu bermain dalam hal ini. Walk away itu jalan yang memang harus ditempuh. Logika oh logika. Apakah logika membuat orang tidak mau bahkan tidak berniat untuk berjuang ? Tapi kali ini bukan tentang berjuang, tapi lebih pada sebuah pertanggungjawaban akan kejujuran. Oke, bisa dipahami jika ada yang mengatakan kalau jujur itu menyakitkan. Tapi apakah tidak ada cara bijak lain yang bisa memperhalus kejujuran itu supaya menghambarkan sakit ? Hahaha. Terlalu berat jika harus dipikirkan detailnya. Kadang harus dimengerti kalau segala pertanyaan itu tidak perlu ada jawabannya. 

Lalu, siapakah kamu ? Kamu yang setiap harinya hadir dalam mimpi-mimpi dimalamku ? Sepertinya terdengar sedikit puitis. Tapi bagaimana kalau itu kenyataannya. Bukannya takut untuk menghadapi kenyataan tapi kali ini terlampau jelas supaya logika bermain untuk lebih berpikir realistis. Alasan mana lagi yang bisa dipertahankan untuk berjuang. Dengan tegas menjawab "tidak ada". Karena memang tidak ada. Toh, buat apa memperjuangkan sesuatu yang nyatanya tidak mau bahkan tidak memperjuangkannya balik. Itu terlalu konyol. Biar saja. Anggap saja ini semacam angin lalu yang sudah jauh tertinggal dibelakang sana. Bukankah ini hanya masalah waktu ? Waktu yang menghadirkan kejutan ini, maka waktupula yang akan menguapkan setitik kejutan ini. Bukan tentang euforia dan denial, karena memang dari awal lebih memilih untuk menikmatinya. Bukan tetang tergantung tapi lebih pada kebiasaan. Hingga jika nanti semuanya kembali ke kehidupan normal, tidak ada lagi bayangan-tidak-sopan-itu karena semuanya akan berlalu. Apa yang terjadi kini itu akan pergi. Pergi untuk kembali ke dunia yang memang seharusnya cukup bisa untuk dimengerti. 

Siapa kamu ? Kamu yang membuat aku mati-matian belajar tentang arti dejavu. Sebentar, dejavu ? Apa itu ? Sedikit demi sedikit mencoba untuk menguraikannya. Anggap saja ini hanya bunga tidur dan esoknya tanpa sengaja terjadi apa yang memang bisa dipastikan hampir mirip dengan bunga tidur itu. Sudah, jangan anggap berlebihan tentang ini. Karena semuanya terlampau jelas perbedaan itu. Bukan lagi sebuah ketakutan atau apa yang membuat berat melepaskan sesuatu yang memang tidak bisa digenggam. Karena semuanya sudah ada jalan pasti yang akan dilalui. Percaya saja, akan lebih banyak kejutan lagi didepan sana. Meski bahagiamu hanyalah bahagianmu saja, dan anggap apa yang sudah terjadi itu kejutan dari Tuhan yang tidak bisa tergantikan. Siapakah dirimu ? Dirimu ternyata menjadikaku semakin tangguh. Tangguh untuk lebih berani menghadapi kenyataan dan menjemput mimpi. Karena kamu yang aku kenal mungkin hadir untuk semakin menguji seberepa ikhlas aku dalam menjalani, menerima, memberi, dan melepaskan. 

Senin, 09 September 2013

unreasonable

Tanpa ada alasan semuanya terjadi sebagai mana mestinya. Seperti hujan yang memang seharunya turun di musimnya. Seperti daun yang jatuh ketika seharusnya begitu. Tidak menyangkal untuk terjadi. Namun semuanya ada dan nyata dihadapan. Lalu semacam apakah yang memang hanya sesaat tanpa permisi ? Bukan untuk dipertahankan atau diperjuangkan. Apa daya untuk menjadikannya semua seperti yang diharapakan ? Ataukah ada daya lain untuk menghentikan semuanya seperti yang ingin terhindarkan ? Sudahi saja segala ekspektasi yang merajalela tanpa akhir. Tidak ada yang kebetulan. Memang begitu adanya. Mungkin hanya masalah waktu. Fakta demi fakta menjadikannya nyata. Bukan untuk melanjutkan langkah tapi lebih pada lebih berhenti untuk berharap. Pesismis. Apatis. Atau semacamnya. Mungkin seperti itu adanya. Tapa alasan semuanya menjadi sebuah kenangan yang semakin berat untuk ditinggalkan. Marah, benci, rindu dan entahlah menyatu menjadi satu akan apa yang dinamakan dengan sebuah pemberhentian harapan. Ini hanya semacam kilasan untuk sejenak kembali merefleksikan diri. Atau mungkin ini semacam langkah untuk kembali menemukan jalan lanjutannya. Saling bertegur sapa namun semakin membukakan kenyataan untuk saling mengabaikan. Peduli atau tidak peduli itu semacam pertimbangan. Karena kadang menjadi sosok yang pura-pura tidak peduli itu lebih menyusahakan dibandingkan menjadi sosok yang sok peduli. Seperti berjalan dalam sebuah ruang yang tidak tahu dimana akhirnya. Ini akan berlalu. Ini hanya masalah waktu. Waktu yang menghadirkan segalanya yang berupa kejutan, maka waktu juga yang nantinya akan menghanyutkan segala asa yang memang semetinya untuk dihindari. Saling memaklumi dan lebih terbuka dengan logika yang sesungguhnya. Siapa yang harus mengalah ? Bukan tentang mengalah, namun lebih pada penerimaan akan keadaan yang tidak bisa dipersalahkan. Mungkin ini akan menjadi penggalan kisah bisa ditebak dimana ujung ceritanya. Tidak perlu dibuat semakin berbelit. Bukan siapa-siapa itu mungkin bisa dijadikan logika. Lgika yang beralasan menerima dengan lapang akan kenyataan yang memang tak berpihak. Terima saja. Akan ada saatnya memaklumi itu adalah jalan yang terbaik akan semua pertanyaan. Tidak perlu lagi membuang banyak waktu karena nantinya semua akan terbukti. Bukti yang nyata kalau ini hanya persoalan waktu. 

Kamis, 05 September 2013

SO......

Hei kau mimpi, rasa-rasanya baru kemarin aku menghindar dari mimpi-mimpi yang selalu menyambangi disetiap malam. Membungkam dalam sebuah ekspektasi yang selalu ingin aku hindari. Perlahan-lahan sepertinya kamu semakin mendekat dan semakin jelas saja. Lalu apa maumu ? Hei, lihat macam apa ini. Sebuah harapan yang tiba-tiba lahir dari sebuah ketidaksengajaan. Waktu demi waktu semakin membuka tabir itu. Semacam tabir yang ingin selalu terhindari. Namun nyatanya selalu hadir lagi dan lagi. Detail-detail yang semakin jelas membuka setiap rasa yang juga ingin terabaikan. Ini hanya semacam euforia. Euforia yang hanya sesaat dan akan menguap seiring berjalannya waktu yang tidak lagi mengenal kompromi. Yah, berharap seperti itu. Mana ? Mana kata yang sempat menjadi sebuah pengakuan. Hanya sebatas itu ? Mungkin bisa dipahami. Yah, karena itu memang hanya sesaat. Dan dalam sekejap semuanya tidak lagi bermakna. Mungkin memang lebih baik perlahan berjalan keluar dari sebuah lingkaran yang hanya akan mengurung dalam ketidakpastian semata. Lupakan saja apa yang sudah terjadi, masukkan saja semuanya dalam bingkaian kenangan bersama dengan album cerita lainnya. Yang mungkin hanya begitu dan tidak pantas untuk dilanjutkan. Itu tidak seberapa. Banyak hal yang harus bisa lebih dimengerti lagi. Mencoba untuk lebih membuka logika untuk menujukkan jalan mana yang seharusnya ditempuh. Ini hanya semacam pertemuan singkat dalam sebuah perjalanan yang tanpa sengaja bertemu dipersimpangan dan saling menahan untuk saling bertegur sapa. Lantas, ketika waktunya sudah habis, saat itulah saling mempersilahkan untuk pergi untuk melanjutkan langkah. Lihta ini bukan apa-apa. Pengakuan itu hanya akan meninggalkan sedikit goresan. Entah itu goresan apa, karena memang mungkin seharusnya begitu adanya. Lupakan saja semua malam-malam yang pernah terlewati. Semua cerita-cerita yang pernah terangkai dan semua ungkapan yang tersirat itu. Itu hanya pelengkap untuk perjalanan. Hingga akhirnya semua itu hanya tertinggal jauh dibelakang sana nantinya. Ada kalanya melepaskan itu menjadi sebuah pembuka jalan. Karena saling mempertahankan hanya akan menimbulkan sebuah persoalan baru. Tertahan dalam asa yang tak sempat dimengerti hanya akan mengacaukan segalanya. Sama-sama tahu kalau lorong gelap itu hanya akan semakin gelap jika tak ada satu yang membukkan jalannya. Untuk apa sebuah pengakuan jika nyatanya tidak ada usaha untuk saling memperjuangkan ? Bukankah itu hanya omong kosong. Sebuah kelegaan bukannya didapat namun yang ada hanyalah sebuah rasa yang ingin segera terabaikan. Ini nyatanya, hanya sesaat dan menghilang bersama dengan ketidakberanian diri untuk saling mengupayakan. Yang ada saling menjauh untuk saling melupakan. 

Rabu, 04 September 2013

time flies so fast

Ini hanya semacam perputaran yang terus menerus berulang hingga kita temui sebuah titik dimana kita sendiri kadang tidak bisa sadar dimana kita berada. Waktu yang menghadirkan segalanya. Meski banyak orang mengatakan tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Yah, memang begitu adanya. Ada kalanya dimana kita harus mampu mengerti kalau sebuah cerita itu trelahir tanpa kita sadari. Ada dan berjalan sebagaimana mestinya semua itu harus terjadi. Kamu percaya dengan adanya Tuhan ? Yah, berarti kamu juga harus percaya kalau sudah ada skenario luar biasa juga untuk kita. Tuhan selalu menghadirkan berbagai macam pertanda lewat apa saja, mungkin semacam mimpi ataupun pertanda lain, entah itu apa. Manusia tidak bisa memungkiri lagi kalau nyatanya itu yang memang harus terjadi. Terjadilah apa yang memang seharusnya terjadi. Kalau kata orang Jawa, "manungsa mung sederma nglakoni." Kita tidak akan pernah tahu awalnya dan dimana nanti kita akan mengakhiri perjalanan panjang ini. Namun yang pasti bisa kita lakukan adalah selalu "aware" dengan apa yang trejadi saat ini.

Ketika ada pertemua pasti ada pepisahan. Bukankah itu sudah harga mati ? Yah karena memang itu adanya. Lakukan apapun yang memang semestinya kita lakukan. Berusaha saja untuk tidak mengharapkan balasan. Meskipun itu sepertinya tredengar naif dan bodoh. Namun coba kali ini kita bermain dengan sedikit teori. Ketika kita melakukan sesuatu dan kita mengharapkan balasan, itu sama saja dengan kita sedang melakukan sebuah investasi. Dimana menurut ilmu ekonomi, dalam sebuah investasi itu yang diharapkan pastinya sebuah laba yang menyenangkan bagi investornya. Dan pastinya juga para investor menghindari apa itu yang dinamakan dengan rugi. Namun itu adalah dua kemungkinan yang memang harus diterima dan siap didapati oleh seorang investor. Sama saja ketika kita melakukan kebaikan pada seseorang, kita selalu ingin dianggap dan mengharapkan sebuah balasan, kita sama saja mengharapkan mendapat laba dari apa yang kita lakukan. Namun, ketika kita tidak dianggap dan tidak mendapatkan balasan setimpal dari apa yang kita lakukan pasti kita akan merasa kecewa dan banyak emosi lainnya yang menyertainya. Nah, beda halnya jika kita melakukan kebaikan tanpa pamrih. Kita tidak pernah mengharapkan balasan. Kita melakukannya dengan tulus, entah itu nantinya akan mendapatkan balasan setimpal atau tidak itu urusan belakangan karena sejatinya kita melakukannya tanpa tujuan untuk investasi.

Baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain. Cukup menurut kita belum tentu cukup buat orang lain. Ini sangatlah wajar tejadi. Taukah kamu apa yang kadang membuat kita merasa sakit dan kecewa ? Ketika kita memprioritaskan sesuatu tapi ternyata yang kita prioritaskan itu hanya menganggap kita sebagai second option, inilah yang membuat banyak orang kecewa dan tidak lagi melakukan kebaikan sebagaimana mestinya. Meskipun banyak hal dilakukan tanpa harus memiliki alasan, karena itulah yang dinamakan dengan ketulusan. Semua pertanyaan itu tidak harus terjawabkan dengan logika, karena tidak semua logika itu bisa menjawab sebuah perasaan. Ini mungkin semacam hukum alam. Disinilah kita diuji untuk semakin menguatkan kepercayaan kita akan sesuatu yang dinamakan dengan keajaiban. Banyak hal yang terjadi dalam hidup kita dengan tiba-tiba, meskipun itu tidka trejadi begitu saja, namun akan banyak kisah yang nantinya akan menyertainya. Lalu apa yang bisa menguji segala yang terjadi saat ini ? Yah, hanya waktu. Meskipun waktu akan memapu menggilas bagi mereka yang tidak siap dengan perubahan. Namun waktu akan mampu menghadirkan banyak kisah yang sebenarnya selama ini selalu dipertanyakan. Percayalah meski waktu berlalu begitu dengan cepat, disaat itu juga kita akan bersyukur karena detik yang baru saja berlalu dari hidup kita itulah yang paling berharga. Karena detik itu tidak akan lagi terulang dan semua hanya akan tersimpan dalam sebuah kata kenangan. 

Kamis, 01 Agustus 2013

INTUISI



Dalam hitungan detik ada namun ditiadakan. Antara ketakutan dan sebuah harapan yang nyata dalam benak menjadi sebuah penyatu dalam istilah penerimaan. Ini, namun tidak seharusnya yang ini. Apa yang kamu rasakan kalau itu tertahan dalam benakmu saja ? Kita boleh berharap namun jangan sampai termakan oleh ekspektasi. Lalu apa itu yang dinamakan dengan potongan-potongan kejadian yang terjadi sebelumnya ? Seperti nyata tapi entah dimana. Bukannya mau termakan oleh sugesti diri sendiri. Namun rasa-rasanya semua itu berjalan sebagaimana mestinya terjadi. Runtut dan semakin begitu jelas. Namun apakah itu sungguh jelas sebagaimana mestinya ? Ah tidak ingin terlalu termakan oleh euforia sesaat yang hanya akan memanjakan sesaat dan bisa pergi begitu saja, dan pastinya akan meninggalkan sebuah jejak luka yang tidak biasa. Secepat itu orang bisa memanjakan perasaan, namun butuh waktu lama untuk seseorang memulai sesuatu yang baru dan mengikhlaskan apa yang sudah pergi.

Seberapa kamu memikirkan dimana pemilik akan tulang rusukmu saat ini ? dan apa yang bisa kamu komentari ketika melihat sosok dan bukan pikiran untuk memiliki saat ini namun lebih pada bagaimana nanti hidupmu akan kamu habiskan dengannya ? Apakah itu juga dinamakan dengan euforia perasaan sesaat ? Ah atau jangan-jangan ini hanya seperti imajinasi seorang anak kecil yang ingin menghabiskan waktunya bermain dengan khayalannya sendiri. Ingin rasanya tertawa jika pemikiran yang mungkin bisa dibilang lucu ini muncul. Bukan bagaimana berjalan bersama untuk menghabiskan waktu yang sementara namun jauh kedepan dengannya. Oh, bukan jodoh namanya jika dari awal kita sudah tahu siapa dia. Oke, mungkin harus mulai mengerti akan potongan-potongan puzzle ini. Tapi apakah mungkin Tuhan memberikan jodoh yang berbeda ? Keyakinan mungkin. Oh, kenapa selalu satu hal ini yang dipertanyakan. Ini hanya pemikiran yang mencoba untuk direalistiskan. Namun semakin direalistikan semakin menjadi sesuatu yang hanya akan menjadi tanda tanya. Tidak bisa terjawab dengan jelas seperti pertanyaan lain yang mungkin bisa ditolerir. Ini hanya sebuah rasa yang terungkap karena terbiasa. Hingga nanti segala akumulasinya akan menjadi sebuah jawaban.

Semacam asa yang tertahan untuk tidak diumbar. Berkali-kali hadir di dunia mimpi yang menyapa seperti sebuah cerita yang terangkai dengan indahnya. Bahkan segala rasa yang didapat dari dunia mimpi masih terasa jelas. Entah, ini mungkin hanya semacam sugesti ataupun hal lain. Yang pasti ketika ketidakmengertian semakin menyesatkan, hanya mencari pengendalian diri untuk lebih bisa melihatnya dengan lebih jelas lagi. Hei-hei, apa yang ada secara nyata itu tidak boleh diartikan secara kasat mata juga. Coba sebentar saja dengarkan apa kata hatimu. Karena kata hati dia tidak akan pernah ingkar janji. Lebih memberi cara bagaimana meredakan ego akan diri sendiri. Sudah-sudah lapangakan saja semuanya. Biarkan waktu menjabarkan akan segala rasa yang sudah didapati sebelumnya. Helakan saja nafas yang panjang untuk bisa memanjakan rasa untuk diri sendiri terlebih dahulu. Ampuni segala rasa yang selalu mempermainkanmu. Karena jika kita tahu, Tuhan itu Maha membolak balikkan hati umatNYA. Dalam sekejap semua akan terasa sirna, bahkan dalam sekejap juga semua akan terkesan menyenangkan dan dengan untuk melepaskannya. Kali ini lebih memutuskan untuk menikmati dan membiarkan potongan demi potongan terungkap dengan sendirinya hingga lebih bisa menjelaskan apa itu yang dinamakan dengan misteri. Meskipun tidak semua tanya itu terjawabkan. Dan tidak semua misteri itu terungkapkan. Jika tidak biarkan semuanya ada dan tersimpan menjadi sebuah rahasia dan hanya hati kecil yang tahu bahkan menyimpannya untuk sendiri. 

tenanglah tenang :)


Untuk wanita, menjadi pribadi yang anggun itu mungkin yang selalu diharapkan. Menjadi pribadi yang mengesankan itu pasti yang dirindukan. Berhentilah untuk mengeluh tentang apa yang kurang dari dirimu. Jadikanlah setiap tutur katamu seperti sebuah embun pagi yang selalu menyejukkan bagi siapa saya yang ada didekatmu. Tersenyumlah semanis hatimu memberi tanpa harus mengharapkan balasan. Jadilah pribadi yang mampu dibanggakan ketika tidak ada lagi alasan untuk membuat dia bertahan. Mungkin kamu tidak seperti yang lain yang mempunyai keklisean untuk menampilan yang terbaik dari dirimu, tapi upayakan kecantikan hatimu mampu mengubah dunianya menjadi lebih indah dengan segala perilaku anggunmu. Abaikan saja ucapan mereka yang selalu merendahkanmu karena kekuranganmu, tapi jangan pernah berhenti untuk melakukan yang terbaik dari dirimu. Karena dengan itulah kekuranganmu akan menjadi sebuah keindahan yang membuat orang lain terpukau. Jagalah hatimu sepeti kamu menjaga segala yang terbaik yang nanti bisa kamu persembahkan kepada yang tercinta. Mungkin banyak wanita yang selalu ingin menjadi terbaik dari yang terbaik, namun lebih baik cerdas dalam berbuat baik untuk terlihat luar biasa. Sudah jangan lagi kamu terlarut dalam kesedihanmu karena sebuah kehilangan, karena kehilangan mampu membuatmu merasa bersyukur dengan sebuah arti kehadiran. Kehadiran akan selalu memberikan sebuah harapan baru meskipun tidak selamanya kehadiran itu mampu dipertahankan, karena sejatinya tidak ada yang abadi di dalam semua kisah yang pernah terangkai. Yah, ketika kamu lelah. Sejenak berhentilah untuk selalu tampil menjadi orang lain, karena kamu akan lebih terlihat menarik dengan apa adanya dirimu. Mungkin bukan dengan kemewahan yang mampu membuatmu terpandang, namun cantikkanlah perilakukmu untuk selalu menjadi yang terpandang. Jika kamu merasa kamu bukanlah wanita cerdas, singkirkan segala pikiran buruk itu. Karena kadang tidak perlu menjadi wanita cerdas untuk tampil menawan, karena cedas dalam menyenangkan orang lain akan terlihat menyenangkan ketika kamu berada disekitaran orang yang mungkin akan memandangmu sebagai sosok yang berbeda. Ketika ketakutan menghampirimu, segera katakan pada ketakutanmu itu, pergilah menjauh untuk melapangkan jalanmu menjemput segala kejutan yang sudah ada didepan sana. Ketakutan bukan sebuah penghalang untuk menjadikanmu indah dengan segala yang ada pada dirimu. Lihat, perbedaan yang ada disekitarmu bukanlah sebuah hambatan untukmu menjadi yang terkucilkan. Namun sadarilah bahwa perbedaan itu ada untuk menjadikan segalanya indah. Coba lihat pelangi di akhir badai, ia akan selalu terlihat memukau dengan segala keindahannya yang berpadu dengan segala perbedaan warna hingga membuatnya tampil cantik. Hai, kamu yang nantinya menjadi yang terpilih. Jagalah hatimu dengan bersahaja, hingga nanti dia akan menjemputmu untuk berjalan dalam sebuah mimpi bersama yang terangkai indah untuk menjalani segalanya dari awal. Bukan tentang nanti ataupun esok, tapi lebih pada tentang hari ini. Upayakan menjadi yang terbaik dari dirimu untuk selalu tampil apa adanya. Jadilah dirimu sendiri karena kamu akan selalu terlihat mempesona dengan caramu sendiri. Tidak perlu jadi orang lain karena itu hanya akan membawamu pada kepalsuan semata. Tunggulah semuanya pada waktu yang sudah ditentukan karena semua akan indah pada waktunya.