Sabtu, 05 Januari 2013

take it slow

Tidak ada kesusahan yang tidak bisa kita lewati. Semua ada karena sebuah alasan. Tidak mungkin apa yang kita lalui sekarang tidak ada endingnya. Ini mungkin hanya masalah waktu. Waktu yang mampu menguji kita, menguji seberapa dewasanya kita menghadapi masalah yang silih berganti dalam hidup kita. Kita mungkin adakalanya terjatuh. Mungkin adakalanya kita kalah. Mungkin adakalanya kita rapuh. Namun ini hanya sebuah permainan, teman. Tidak akan mungkin terus begini jadinya. Masih ada apa itu yang dinamakan dengan bertukar peran. Tinggal bagaimana kita menyikapi segala sesuatu yang datang dalam hidup kita. Ketika air mata itu tertumpah, biarkan itu semua mengalir mewakili apa yang kita rasakan. Bila mulut ingin berteriak, biarkan dia mengucapkan segala kecamuk yang kita rasakan. Tapi percayalah kawan, ini hanya sesaat. Menang atau kalah itu soal biasa. Karena semua ini hanya akan menjadi cerita.

Tidak ada batu keras yang tidak dapat dipecahkan. Tidak ada karang yang kuat yang tidak bisa rapuh. Semua itu terjadi untuk menyadarkan betapa kecilnya kita dihadapan Tuhan. Kita mungkin tak berarti sama sekali ketika semua itu terjadi. Jangan pernah merasa masalah besar itu tak akna terpecahkan. Karena kita memiliki Tuhan yang Maha Dahsyat yang menjanjikan kalau dibalik segala kesusahan itu selalu ada kemudahan. 

Mungkin sekarang apa yang kita miliki harus kita relakan kepergiannya. Ini bukan berarti kita lemah dan kita menyerah. Namun ini hanya soal bagaimana kita mengerti akan jalan yang nantinya akan kita lalui. Kadang apa yang terjadi sekarang sulit untuk dimengerti oleh kita, semua terasa sulit untuk dilewati. Namun semua itu kembali lagi hanya masalah waktu. Waktu akan selalu berbaik hati memberikan penyembuhan yang teramat luarbiasa untuk menjadikan pribadi kita yang tangguh. Kalau kita masih percaya dengan adanya keajaiban itu, tidak ada yang mustahil.

Kita dipertemukan dengan orang yang salah terlebih dahulu untuk bertemu dengan orang yang tepat. Mungkin membutuhkan waktu dan proses yang lama. Menguji kesabaran dan keikhlasan kita. Namun tidak ada ikhlas dan sabar yang berbuah percuma. Percayalah ketika ada hujan akan selalu ada pelangi di akhir badai. Jangan pernah merasa sendiri ketika cobaan itu datang, ini soal biasa. Lihatlah kesekeliling kita, banyak tangan-tangan tulus yang sanggup merengkuh kita kedalam pelukannya dan membawa kita dalam sebuah arti kehidupan yang baru. Mungkin saat ini kita boleh menyerah dnegan keadaan. Ini karena Tuhan tidak ingin kita terlalu terlarut dalam sebuah manipulasi ekadaan yang kta buat sendiri. Tuhan telah mempersiapkan rencana yang lebih indah dari segala rencana kita yang pernah ada. Berkali-kali hal ini terungkap kalau Tuhan menjadikannya semua indah pada waktunya, tapi memang inilah kenyataannya. Selama masih ada iman, pengharapan, dan kasih. Semua itu akan selalu menjadi nyata. Pecayalah dalam iman, menunggulah dalam pengharapan dan lakukanlah dalam kasih. Lepaskan apa yang sejatinya tidak bisa kita pertahankan, tersenyumlah walau hati kita menangis, ucapakanlah selamat tinggal untuk mengehentikan segala harapan untuk sebuah pertemuan lagi. Yakinlah akan ada sebuah pertemuan baru untuk sebuah perpisahan. 

Minggu, 30 Desember 2012

"i won't give up"



When I look into your eyes
It's like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
There's so much they hold
And just like them old stars
I see that you've come so far
To be right where you are
How old is your soul?

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

And when you're needing your space
To do some navigating
I'll be here patiently waiting
To see what you find

'Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We've got a lot to learn
God knows we're worth it
No: I won't give up

I don't wanna be someone who walks away so easily
I'm here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got, yeah, we got a lot at stake
And in the end, you're still my friend at least we did intend
For us to work we didn't break, we didn't burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I've got, and what I'm not, and who I am

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up, still looking up.

I won't give up on us (no I'm not giving up)
God knows I'm tough enough (I am tough, I am loved)
We've got a lot to learn (we're alive, we are loved)
God knows we're worth it (and we're worth it)

I won't give up on us
Even if the skies get rough
I'm giving you all my love
I'm still looking up

Seperti judulnya lagu yang dinyanyikan oleh Jason Mraz ini membuat kita banyak belajar. Mengerti akan sebuah ruang, dimana runag itu diciptakan untuk bisa semakin belajar memahami. Bukan tentang kata apa yang nantinya kita dapat, namun ini tentang bagaimana kita bisa menerima apa yang dimaksudkan Tuhan untuk kita.



Ini tidak memang tidak akan mudah. Semua itu adalah sebuah pilihan. Ketika harus dihadapkan untuk bertahan ataupun menghilang. Bertahan dengan sejuta ujian yang mungkin semakin menjadikan keyakinan kita kuat. Kita yakin dan mampu kalau kita bisa menghadapi ini. Namun bagaimana ketika takdir berkata lain. Ini urusah beda. Apa daya kita ketika takdir mengatakan kalau semua itu sudah berakhir ? Yah, tidak ada pilihan lain lagi karen ahnaya satu yang dituntut dari kita. Ikhlas. Sebuah kata yang simpel untuk diungkapkan, tapi bagaimana dengan prakteknya ? Ini akan terasa sulit bagi orang yang tidak percaya kalau semua itu akan indah pada waktunya.

Perjuangkan apa yang memang worth it buat diperjuangangkan. Buat apa membuang waktu dengan sia-sia kalau yang ditunggu itu sia-sia juga. Bukan hanya tentang cinta melulu. Tapi ini bagaimana kita menikmati hidup yang kita punya. Mimpi kita, harapan kita, cita kita dan pengiring jalan kita yaitu cinta. Semua harus ada perjuangan. Perjuangan yang memastikan kita untuk meyakinkan sebuuah usaha. Melakukan terbaik dari diri kita namun kita harus siap dengan kemungkinan terburuk sekalipun. 

Buat apa ujian itu diadakan ? Yah sesimpel ketika kita menghadapi ujian sekolah ataupun ujian lainnya, yaitu untuk menguji sampai mana kemampuan kita. Begitu juga ketika Tuhan memberikan ujian untuk umatnya. Ini bukan berarti Tuhan tidak sayang pada kita. Namun ini menjadi bukti betapa sayangnya Dia pada kita. Kita yang diuji untuk mengetahui seberapa tegar diri kita untuk menjalani kehidupan yang diberikan kepada kita ini. Dari masalah sepele, sampai masalah secomplicated apapun itu selalu ada jalan keluarnya jika kita mau berusaha. Tapi bagaimana jadinya jika yang ada kita menyerah, menyerah untuk sesuatu yang selayaknya kita perjuangkan ?

Itulah mengapa kadang manusia dijuluki manusia sotoy. Karena kita seolah mengerti apa yang akan terjadi nanti. Padahal seperti yang kita ketahui, dimana rencana Tuhan lebih indah dari segala ekspektasi kita. Give up ? sebenarnya itu bukan pilihan, namun kadang itu menjadi sebuah kilas balik kalau apa yang kita perjuangkan itu memang sudah tidak pantas untuk diperjuangkan. 

Bertahan selagi kita mampu. Perjuangkan selagi kita masih percaya. Tidak ada yang sia-sia selagi kita mampu mencoba. Maafkanlah selagi kita mampu mengasihi. Tidak ada yang tidak mungkin selagi kita percaya kalau semua itu akan indah pada waktunya. Waktu akan selalu berbaik hati pada kita. Dia akan menjadi pengobat sakit yang handal ketika kita membutuhkan sebuah ruang untuk berdiam. berdiam bukan untuk menyerah namun berdiam untuk berpasrah ketika kita sadar semua itu diluar kendali kita. Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan kita, karena semua itu diadakan untuk menaikkan level kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Kadang hanya butuh kesadaran untuk memahami apa yang terjadi. Bukan emosi yang berbicara namun kesabaran akan penantian yang sanggup memberikan pengertian. Tidak ada yang percuma ketika kita mampu ikhlas. Ibaratnya tidak akan selamanya hujan itu akan menjadi hujan. Tidak selamanya badai itu akan tetap menjadi badai. Namun akans elalu ada pelangi diakhir badai. Akan selalu ada kemudahan dibalik setiap kesusahan. Selagi kita mampu dan percaya, perjuangkan apa yang pantas perjuangkan, jangan ada kata menyerah kalau kita masih merasa mampu. 

Jumat, 21 Desember 2012

FAKE

FAKE. Istilah ini mungkin tidak asing lagi bagi kebanyakkan orang. Karena istilah ini sebenarnya sangat lekat dengan kehidupan kita. Seperti dua sisi mata uang. Ada yang asli dan ada yang palsu. Ada kejujuran ada kebohongan. Seperti dua sisi yang saling menyatu dan tidak bisa terpisahkan. Ibaratnya ada orang baik pasti ada orang jahat. Tidak akan ada istilah orang baik jika tidak ada pembanding dimana pembanding itu pasti terlihat jauh berbeda dan lebih jahat dari yang baik. Itulah mengapa orang baik dikatakan baik karena ada orang jahat. Begitu juga mengada ada FAKE karena ada yang REAL. 

Sadar tidak sadar kita semua sebagai mahkluk yang jauh dari sempurna ini memiliki kedua sisi itu. Entah itu lebih dominan mana namun apa itu yang dinamakan dengan fake tidak akan jauh-jauh dari kita. Kata orang tidak ada salahnya berbodong demi sebuah kebaikan. Ini yang kadang salah ditafsirkan oleh kebanyakan dari kita. Apa itu yang dinamakan dengan kebohongan selamanya akan tetap menjadi kebohongan walaupun dialibikan dengan apapun karena kebohongan itu yang menjadi sebuah pembuka bagi kebohongan-kebohongan lain. Singkat katanya, sekalinya bohong selanjutnya akan tetap bohong. Walaupun manusia memiliki daya lenting dimana kita seperti gelombang yang ada pasang dan surutnya. Namun semua itu akan tetap bisa terkontrol jika kita mau mengenali diri kita sendiri. 
Kebanyakan kita kadang mengabaikan satu hal ini. Betapa pentingnya kita untuk mengetahui titik lemah dan titik lebih kita. Untuk apa ? Yah, karena kita selalu bersama dengan diri kita. Banyak kasus yang memperlihatkan betapa tidak mengenalnya kita dengan diri kita sendiri. Bahakan, apa yang kita rasakan, apa yang kita mau, dan apa yang akan kita lakukan sampai kehilangan arah karena terlalu acuhnya kita dengan diri kita sendiri. Kita terlalu memfokuskan diri kita dengan dunia luar kita. Bagaimana lingkungan kita, dengan siapa kita bersahabat, bagaimana kita memperluas koneksi. Tidak ada salahnya kita terlalu memfokuskan dengan apa yang ada di luar kita. Namun dengan begitu kadang diri pribadi kita terabaikan begitu saja, dan nanti pada akhirnya kita akan bertemu dengan fake. Bagian lain dari diri kita. 

Kita ingin melakukan A namun yang terjadi malah B. Itu sudah hal wajar yang biasanya kita alami. Namun bagaimana dengan sisi lain dari diri kita ? Kita seolah memakai topeng. Topeng yang sewaktu-waktu siap untuk kita pentaskan di kehidupan nyata kita. Tergantung bagaimana situasi dan kondisinya. Itulah kita manusia yang terlihat lebih dari mahkluk ciptaan Tuhan lainnya. Kita dikaruniai akal. pikiran, dan rasa untuk mengondisikan segala yang ada di dunia ini untuk membuat kita survive. Survive dengan segala keadaan, entah itu menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, atau bahkan membingungkan. Karena inilah kehidupan yang sesungguhnya. Apa pernah kita bisa menuntut ? Tidak akan pernah ada daya kita untuk menjadikan semuanya seperti apa yang kita mau, karena "manungsa mung sederma nglakoni".

Kembali lagi ke hakikat kita sebagai manusia yang dibekali dengan cipta, rasa dan karsa. Dengan begitu kadang dengan mudahnya kita memanipulasi keadaan menjadi seperti yang kita ingini. Begitulah kenyatannya. Seperti sebuah permainan yang penuh dengan tips and trick. Ah entahlah, mungkin tidak akan ada habisnya jika hanya ingin menceritakan apa yang kenyatannya terjadi saat ini.

Banyak dari kita tampil sebaik mungkin yang bisa kita lakukan karena kita ingin selalu menampilkan sisi terbaik dari hidup kita. Entah itu seperti nyatanya atau mungkin hanya fake belaka. Contoh simplenya, kadang kita berusaha untuk tersenyum dengan orang yang sebenarnya tidak kita sukai, senyum itu jauh berbeda dengan senyum tulus yang semestinya, itulah yang dinamakan dengan fake smile. Atau mungkin sebuah senyuman hanya untuk menutupi kesedihan atau segala masalah yang sebenarnya kita alami dan kita rasakan. Itulah mengapa juga ada sebuah istilah faking good dan faking bad. Faking good lebih berfokus untuk kita berpura-pura baik untuk bisa tampil sebaik mungkin padahal mungkin itu jauh dari yang sebenarnya. Sedangkan faking bad lebih cenderung pada kepura-puraan untuk menjadi buruk di mata orang karena suatu hal sehingga mengesankan orang itu buruk di mata orang, padahal aslinya orang itu tidak sepeti yang ditampilkan di muka umum. 

Namun fake tidak selamanya memiliki konotasi negatif. Karena seperti kebanyakan hal lainnya, semua itu bisa dipandang dari sisi negatif dan positifnya. Mungkin ya itu sisi negatifnya, bisa memanipulasi sesuatu seperti apa yang kita inginkan. Entah itu fake smile, fake friends, dan fake-fake lainnya. Lalu apa sisi positifnya ? Yah mungkin sisi positifnya bisa dilihat dari, kita lebih bisa menyesuaikan situasi dan kondisi bagaimana kita harus bersikap. Contohnya, ketika kita lagi sedih tidak mungkin kita selalu menampilkan tampang sedih kita, pasti kita akan berfake ria untuk tetap tersenyum karena tidak mau dibilang terlalu terbawa perasaan dan lain sebagainya. Itulah mengapa kadang kita lebih diminta untuk be aware dengan diri kita sendiri. Untuk lebih kenal dengan diri kita sendiri. Apa mau kita, apa yang kita rasakan, dan nantinya bisa tahu apa yang harus kita lakukan. 

Kamis, 20 Desember 2012

About us

Ini cerita tentang kita. Kita yang sedari dulu bersama. Aku, dan mereka seperti sebuah air yang tergenang dalam satu tempat hingga menjadi sebuah kesatuan yang mungkin mengalirpun akan selalu bersama. Mereka bahkan lebih dari seorang sahabat. Karena mereka sudah seperti saudara untuk berbagi rasa, cinta, dan cita. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya untuk bertemu dengan mereka dan menyatu dengan mereka,namun kini kita akna selalu bersama, Semoga waktu tidak menjadi ukuran untuk kebersamaan kita.

Aku suka menyebut kami dengan kita. Karena kita berusaha untuk tidak membatasi. Kita berusaha untuk terbuka dengan siapapun yang ingin menjadi bagian dari kita. Walaupun kadang kita terlihat sok eksklusif, namun kita bersahabat dengan siapapun. Banyak cerita yang sudah kita lewati bersama. Mulai dari hal sepele hingga hal yang rumitpun mungkin sudah kita lalui. Terimakasih Tuhan itu yang mungkin menguatkan kita menjadi satu. 

Aku jauh dari kata sempurna. Namun ketika bersama dengan mereka aku bahkan seperti manusia yang utuh. Utuh memiliki rasa, utuh berbagi rasa, dan untuk menjalani kehidupan ini. Canda, tawa, tangis dan haru pernah menjadi bagian dari kita. Karena itu rasa yang mengiringi perjalanan kita sampai detik ini. Dari mereka aku belajar apa itu arti mengalah. Dari mereka aku mengerti apa itu arti berbagi, dan dengan mereka kita berproses bersama menjadio sosok dewasa saat ini. Walaupun perjalanan kita mungkin masih amat jauh, namun dengan mereka perjalanan ini tidak akan terasa berat. Karena selalu ada mereka yang selalu mengulurkan tangan ketika salah satu dari kita terjatuh. 

Masa-masa SMA yang kata orang masa-masa terindah memang begitu adanya ketika bersama dengan mereka. Hal terkonyol sekalipun mungkin pernah kita lalui bersama. Dimarahin guru, dipuji guru, disindiri teman, disanjung teman, apapun itu pernah menjadi cerita bagi kita. Selalu ada kerinduan ketika saat ini kita menjalani kehidupan kita masing-masing. Hidup itu harus berjalan. Seperti kita yang selalu bergandengan tangan berjalan seiring untuk menjemput impian kita masing-masing.

Pernah aku ragu akan jalan hidupku, namun adanya mereka membuatku mengerti kalau semua harus tetap berlanjut. Bukan tentang tujuan akhirnya namun bagaimana proses untuk mencapai apa yang kita inginkan. Semua itu butuh proses. Semoga nanti dipenghujung waktu kita, kita akan tetap tersenyum satu sama lain dan saling menggenggam tangan untuk saling memberikan senyuman.

Mereka sudah menjadi bagian dari hidupku. Pasti hidup ini tidak akan terasa selengkap ini tanpa mereka. Mereka yang selalu ada ketika aku terjatuh, dan siap membawaku kembali ketempat dimana aku bisa bertahan. Jatuh bangun sudha menjadi hal biasa untuk kita, karena itu memang dinamika yang harus dijalani. Tidak ada jalan cerita yang mulus semulus sutra, karena semua itu butuh perjuangan. Semoga sampai nanti kita akan tetap menjadi kita. 

"menjemput bola"

Setiap orang punya ceritanya masing-masing. Cerita itu yang membuat sebuah pengalaman. Pengalaman yang ingin terkenang sepanjang masa ataupun pengalaman yang sebenarnya ingin terhindarkan sekalipun. Yah, kata orang-orang, pengalaman adalah guru terhebat. Memang begitu nyatanya. Tapi kebanyakan dari kita tidak bisa menyadari hal itu karena terlampau terbutakan oleh apa yang terjadi sekarang. Terpikirkan oleh kita, siapa diri kita sekarang adalah pengalaman kita di masa lampau. Entah itu menyenangkan atau itu menyedikan sekalipun. Tapi itulah yang dinamakan dengan cerita. Apakah ada sebuah cerita yang menarik jika yang ada hanya sebuah kisah datar dengan cerita yang itu-itu saja ?

Semua itu pasti ada dinamikanya masing-masing. Dinamika yang kadang juga terlupakan oleh kita. Apa yang terjadi itu karena sebuah alasan. Tidak ada satu hal pun yang terjadi tanpa maksud dan tujuan. Begitu juga dengan alur cerita yang kita jalani sekarang. Ada yang datang, ada yang pergi, ada yang stay dengan manisnya, ada yang berubah, ada yang itu-itu saja. Karena sejatinya tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua itu berubah, yang kekal hanya perubahan itu sendiri. Setiap orang memainkan sebuah peran yang tidak bisa disamakan antara satu orang dengan orang lainnya. Bagaimana harus bersikap, bagaimana harus memilih, bagaimana harus memikirkan, dan bagaimana harus merasakan. Bahkan semua itu seperti sebuah permainan drama yang ending dari ceritanya itu sendiri tidak akan pernah ada yang bisa menebaknya. Karena seperti yang orang banyak bilang hidup itu adalah misteri. Misteri yang entah akan berawal dari mana dan akan berakhir dimana. Yang pasti tidak akan ada pilihan lain selain menjalaninya dengan ikhlas.
Kamu tahu seberapa besar kekuatan ikhlas itu ? Kamu akantetap tersenyum ketika dia meninggalkanmu untuk meraih mimpinya. Kamu akan tetap tersenyum ketika apa yang kamu inginkan ternyata bukan yang terbaik untuk kamu. Kamu tetap tersenyum ketika apa yang kamu perbuat dengan tulus hanya dipandang sebelah mata. Kamu tetap tersenyum ketika cintamu yang begitu besar diremehkan begitu saja. Itulah yang dinamakan dengan ikhlas. Ikhlas itu kasih. Dia tidak akan pernah menuntut menjadi sempurna namun dia tetap melakukan yang terbaik yang bisa dia lakukan. Dia tulus apa adanya, bukan memaksa namun mendoakan. Dia lemah lembut bukan mengengkang. Namun dia sabar menanti. Dia murah hati tidak menuntut, karena dia tahu kalau semua terjadi bukan karena kehendaknya sendiri, tetapi kehendak Tuhanlah yang menjadikan semua itu.

Ketika kamu terluka karena cinta. Maafkanlah dia. Cita itu tidak menyakiti. Kadang kita yang slaah menafsirkan arti cinta itu sendiri. Ini bukan akhir dari segalanya. Ucapkan dengan tulus sebuah kata maaf selagi kamu bisa mengucapkannya dengan sepenuh hatimu. Ketika dia tetap tak menghiraukanmu, ucapkanlah terimakasih karena dengan begitu kamu tahu apa itu arti dari mengasihi bukan memaksa. Semua tidak ada yang mudah di dunia ini. Bukan berarti apa yang sulit itu tidak bisa namun hanya butuh sebuah usaha dari kita untuk mendapatkan sebuah ketulusan. Ketulusan yang berlandaskan dengan kasih. Bukan kasih namanya jika kita memberi hanya untuk menerima. Karena kita tidak ada bedanya dengan para saudagar kaya yang memberi hutang hanya untuk diganti lebih. Kita memberi bukan untuk sebuah investasi karena itu sebuah pilihan yang dengan sadar kita pilih. 

Setiap orang memiliki traumanya masing-masing. Tinggal bagaimana mengontrol dan bersahabat dengan trauma itu untuk menjadikannya semacam referensi untuk tidak melakukan hal yang sama. Setiap orang boleh melakukan kesalahan, tapi jangan sampai melakukan kesalahan yang sama. Lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan sekarang. Karena kita tidak pernah tahu sampai mana kesempatan itu akan diberikan kepada kita. Apapun yang terjadi nanti, itu semua sudah ada alurnya tersendiri. Tinggal bagaimana kita menjemput bola dengan ending yang tidak terdeteksi itu. Hingga nanti jika waktu kita telah habis tidak akan ada sebuah penyesalahan karena sejatinya kita sudah melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan tanpa memaksakan keadaan menjadi seperti yang kita kehendaki. Kita ini hanya pemain bukan juri atas apa yang kita lakukan. 

Kamis, 29 November 2012

Nobody Perfect

Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menjadikan dirinya berbeda dari yang lain. Kita selalu terlihat istimewa dengan cara dan pembawaan kita masing-masing. Apa yang membedakan antara satu orang dengan orang yang lainnya ? Yap, ketika kita berbicara kepribadian, sikap atau attitude, prilaku, pembawaan apapun yang sekiranya dekat dengan hal tersebut. Yap, sikap, perilaku adalah manifestasi dari pembawaan ataupun kepribadian kita. Antara satu orang dengan orang yang lainnya terlihat memiliki karakter yang menggambarkan siapa dirinya. Hal ini bisa terlihat dari siapa yang mau menilai dan mau berkomentar tentang pribadi orang lain. Namun kadang ini menjadi salah kaprah ketika orang terlalu berlebihan dalam memperhatikan apa yang dilakukan, apa yang dialami dan siapa diri orang tersebut. Kebanyakan kita menilai apa yang kita lihat dari prespektif diri kita sendiri tanpa mau mencoba untuk memakai sepatu orang lain suapaya lebih bisa memposisikan apa yang ingin kita nilai tersebut.

Kodratnya kita terlahir di dunia ini serupa dengan gambaran yang memang sudah disesuaikan dengan kita kelak. Akan menjadi apa nantinya kita, bagaimana kita nantinya, dan apa kita nantinya, semua itu sudah direncanakan dari awal. Dan apapun itu semua memang indah untuk kita. Tapi bukan manusia kalau tidak mengeluh. Kita terlampau sering mencoba mencari kekuarangan yang ada pada diri kita tanpa mengandalkan apa yang menjadi kelebihan dalam diri kita. "Aku kurang ini, aku tidak bisa ini, aku salah ini "semua mengatas namakan aku dan aku. Sampai kapan kita akan mencerca diri kita sendiri dengan segala hal yang ingin kita tampilkan sempurna di depan orang ? Haruskah kita menjadi orang lain untuk tampil memukau di depan orang lain.

Kadang esensi menjadi diri sendiri terasa semakin kabur karena kita terlampau sering mengkritik diri kita sendiri dengan segala kekuarangan yang dirasa sangat menghambat untuk meaktualisasikan diri kita. Ini berhubungan dengan self-esteem yang kita miliki. Penghormatan akan siapa diri kita sendiri terlihat rancu kalau kita terlalu memburu dan mendesak diri kita sendiri tampil sesempurna mungkin di depan orang. Banyak orang berlomba-lomba bahkan merasa kalau dunia ini kontes kecantikan yang selalu berusaha menampilkan fisik dan apa yang terlihat dari luar itu bisa memikat siapapun yang melihatnya. Namun, dimana esensi dari hatinya ? Mereka rela melakukan apapun, bahkan ada yang rela mempermak seluruh bagian tubuhnya untuk tampil sesempurna mungkin seperti yang dia inginkan hanya untuk mendapatkan pujian ataupun sebuah sanjungan yang nantinya hanya akan menghantarkan pada sebuah kecongkakan yang jika itu terlampau tinggi akan menjatuhkan dirinya sendiri. 

Nobody perfect. Ini yang mungkin memang harus kita sadari dari awal. Untuk apa menjadi pribadi pujaan semua orang namun itu bukan diri kita sesungguhnya. Buat apa meratapi kekurangan yang ada pada diri kita kalau ternyata dari kekurangan itu kita bisa terlihat lebih di mata orang. Apa yang kita rasakan yang nantinya menjadi ketakutan itu hanya sebuah mindset yang terlahir dari penciptaan diri kita sendiri. Itu bukan sesuatu yang menjadi nyata kalau bukan diri kita sendiri yang menjadikannya nyata. Yang ada semua kerancauan pikiran kalau diri kita bukan siapa-siapa itu hanya akan menghambat langkah kita menjadi seseorang yang memang dikenal orang. Mungkin bukan secara fisik yang menandingi miss universe sekalipun, tetapi jika dengan kasih yang kita punya bisa mempercantik sikap kita, mengapa kita tidak melakukan hal itu. Jika masih jalan lain untuk mempercantik diri kita secara terhormat buat apa dilihat tampang yang tidak akan selamanya abadi ini ? 

Ada sebuah cerita yang mengisahkan seorang gadis yang bernama Lisa, dia hidup bersama dengan ibu dan ketiga adiknya. Dia anak pertama dari empat bersaudara. Dari kecil dia terbiasa hidup mandiri. Ayahnya yang sudah meninggal membuat dia mau tidka mau harus membantu mamaknya membantu menghidupi keluarga dan ketiga adiknya. Dari segi fisiknya Lisa berbeda dnegan adik-adiknya yang tampan dan cantik. Namun karena semangat dan kerja kerasnya, dia bisa membantu mamak menyekolahkan adik-adiknya menjadi orang-orang sukses dan terkenal. Namun tidak seperti Lisa yang hidupnya hanya berdua dengan ibunya karena adik-adiknya sudah berkeluarga dan hidup merantau mencapai mimpi-mimpi mereka. Disaat adik-adiknya sudha menikah, Lisa masih belum mengakhiri masa lajangnya. Karena dia ingin menemani mamak. Walaupun keluarganya sudha berusaha menjodohkan Lisa dnegan kenalan ataupun kerabat-kerabat  adik-adiknya yang masih lajang juga. Namun semua yang di jodohkan dengan Lisa mendur karena menganggap Lisa tidak cantik dan jauh dari level mereka. Hingga akhirnya Lisa dipanggil Tuhan karena sakit keras. 

Banyak hal yang diajarkan dari kisah Lisa ini. Kadang kecantikan itu tidak hanya tampak dari wajah semata. Wajah adalah cantik yang kasat mata. Namun apa yang kasat mata itu tidak akan abadi. Semua itu hanya sementara. Apakah jika kita nanti sudah tiada wajah kita saja yang akan terkenang dihati orang-orang ? Bukankah wajah itu terkenang selamanya jika kita mengikutsertakan kasih yang pernah kita bagi dengan sesama kita ? Ini tinggal bagaimana kita melihat dan mempresepsikannya. Cantik itu relatif, namun kasih itu mutlak. Nobody perfect. Tinggal kacamata mana yang akan kita pakai ketika kita ingin menilai orang. 

Jumat, 02 November 2012

TWITTER

Bukan hal yang luar biasa lagi kalau jaman sekarang orang-orang tidak bisa dipisahkan dengan sosial media. Entah itu twitter, facebook, LINE, Whatsapp dan apapun itu yang berhubungan dengan sosial media. Sepertinya kita akan merasa kurang kalau satu jam saja lupa mengepost sesuatu di sosial media kita. Dan bukan menjadi hal yang baru lagi kalau setiap kejadian dan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari menjadi konsumsi publik. Semua orang dengan leluasa bisa tahu apa yang kita lakukan dan apa yang kita rasakan detik itu dan saat itu juga. Bukan anak gahul namanya kalau tidak mempunyai account twitter. Begitu salah satu oponi yang pernah terdengar jika seseorang tidak mempunyai account seperti twitter. Jadi kali ini mari sepertinya kan menarik jika kita bahas tentang twitter. Apapun itu yang berhubungan dengan diri, konsumsi publik dan hubungan dengan orang lain melalui media yang bernama twitter.

Apa hakikatnya orang ingin bercerita itu ? Ya kalau ingin diruntut dari mana, bahgaimana dan untuk apa sebenarnya orang bercerita itu kadang bukan mencari solusi untuk masalah atau apa yang sedang dirasakannya saat itu tapi kita bercerita itu kadang hanya untuk didengarkan. Karena manusia ingin selalu dianggap ada oleh pihak lain. Entah itu secara langsung maupun tidak langsung. Begitu juga dengan kita saat menulis sesuatu yang istilahnya dengan "tweet" di twitter. Kita ingin mencari teman sebanyak mungkin dan menjalin relasi seluas mungkin yang mungkin tidak terjangkau secara langsung melalui tatap muka tetapi melalui media sosial yang dinamakan dengan twitter.

Sebelum kita membahas lebih jauh lagi tentang twitter dengan ceritannya yang "ngalor ngidul' yuk yuk kita lihat dulu awal mula adanya twitter dan bagaimana perkembangannya sehingga menjadi media yang mendunia seperti saat ini.



Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc., yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut kicauan (tweets). Kicauan adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Kicauan bisa dilihat secara luar, namun pengirim dapat membatasi pengiriman pesan ke daftar teman-teman mereka saja. Pengguna dapat melihat kicauan penulis lain yang dikenal dengan sebutan pengikut ("follower").
Semua pengguna dapat mengirim dan menerima kicauan melalui situs Twitter, aplikasi eksternal yang kompatibel (telepon seluler), atau dengan pesan singkat (SMS) yang tersedia di negara-negara tertentu. Situs ini berbasis di San Bruno, California dekat San Francisco, di mana situs ini pertama kali dibuat. Twitter juga memiliki server dan kantor di San Antonio, Texas dan Boston, Massachusetts.
Sejak dibentuk pada tahun 2006 oleh Jack Dorsey, Twitter telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia dan saat ini memiliki lebih dari 100 juta pengguna. Hal ini kadang-kadang digambarkan sebagai "SMS dari internet".
Twitter memiliki logo berupa seekor burung berwarna biru yang bernama "Larry the "Bird", dinamai setelah nama seorang mantan pemain basket NBA,Larry Bird.
Twitter berawal dari sebuah diskusi yang diselenggarakan oleh anggota dewan dari Podcasting perusahaan Odeo. Dalam pertemuan tersebut, Jack Dorsey memperkenalkan ide twitter dimana individu bisa menggunakan SMS layanan untuk berkomunikasi dengan sebuah kelompok kecil. Proyek ini dimulai pada tanggal 21 secara terbuka pada tanggal 15 Juli 2006. Twitter menjadi perusahaan sendiri pada bulan April 2007.
Popularitas Twitter mulai meningkat pada tahun 2007 ketika terdapat festival South by Southwest (SXSW). Selama acara tersebut berlangsung, penggunaan Twitter meningkat dari 20.000 kicauan per hari menjadi 60.000. Reaksi di festival itu sangat positif.
Pada tanggal 14 September 2010, Twitter mengganti logo dan meluncurkan desain baru dan logo berubah lagi menjadi "Larry the "Bird" pada tanggal 5 Juni 2012.
Sudah lebih dari 400.000 kicauan dikirim-tampil (post) per kuartal pada tahun 2007. Kemudian berkembang menjad 100 juta kicauan dikirim-tampil per kuartal pada 2008. Pada akhir tahun 2009, 2 miliar per kuartal kicauan sudah dikirim-tampil. Pada kuartal pertama tahun 2010, 4 miliar kicauan yang dikirim-tampil. Pada bulan Februari 2010 pengguna Twitter mengirimkan 50 juta per hari. Pada Juni 2010, sekitar 65 juta kicauan yang dikirim-tampil setiap hari, setara dengan sekitar 750 kicauan dikirim setiap detik, menurut Twitter.
Pengguna Twitter akan menjadi lebih aktif ketika ada kejadian menonjol. Sebagai contoh, rekor diciptakan pada Piala Dunia 2010, ketika penggemar menulis 2940 kicauan per detik di kedua periode 30 setelah Jepang mencetak gol melawan Kamerun pada tanggal 14 Juni 2010. Rekor dipatahkan lagi ketika 3085 kicauan per detik yang dikirim-tampil setelah kemenangan Los Angeles Lakers di Final NBA 2010 pada tanggal 17 Juni 2010. Hal ini pun terjadi ketika penyanyi Michael Jackson meninggal dunia pada tanggal 25 Juni 2009, server Twitter turun karena pengguna memperbarui status mereka untuk memasukkan kata-kata "Michael Jackson" pada tingkat 100.000 kicauan per jam. (Sumber : Wikipedia)

Nah sebelum kita ngelantur membahas tentang twitter seenggaknya kita menambah ilmu jugakan bagaimana asal muasal twitter dan perkembangannya sampai saat ini. Sudah tidak diragukan lagi kalau dengan adanya twitter banyak dampak positif yang diberikan. Karena seperti yang kita ketahui kalau sesuatu itu pasti ada positif negatifnya. Begitu juga dengan twitter. Dengan twitter berita dan kabar dari pelosok negeri dimanapun berada bisa dishare ke jutaan orang diberbagai dunia dengan social network satu ini. Berita apapun dan kejadian apapun bisa secepat kilat orang tahu dengan tweets yang dishare ke ranah umum. Ini juga mempermudah kita melakukan sesuatu jika senyatannya berita itu memberikan kabar harus adanya tidakkan yang juga harus dilakukan secepat kilat. Dan dengan begitu informasi yang kita dapatpun tidak hanya terbatas dari sejauh mata memandang. Karena dengan adanya twitter kita bisa membuka cakrawala pengetahuan dan relation dengan jutaan orang yang awalnya tidak kita kenal sekalipun. 

Yap. Ranah umum. Dengan twitter mau tidak mau apa yang kita rasakan, kita lakukan dan peristiwa yang kita alami menjadi konsumsi publik. Dengan kesiapsediaan kita untuk menjadi konsumsi publik berarti secara tidak langusng kita juga harus siap kalau orang lainpun ingin tahu tentang diri kita. Istilah ngetrendnya saat ini yaitu lebih dikenal dnegan istilah "KEPO". Sebenarnya pa sih kepo itu ? Yap dari hasil penelusuran, banyak yang mengatakan kalau KEPO berasal dari kata "Knowing Every Particular Object". Ya rasional juga sih menurut padanan kata yang sering diungkapkan banyak orang akhir-akhir ini. MIsalnya seperti ini, "Eh kamu kemarin kenapa marah-marah nggak jelas gitu di Twitter ?" / "Ah kepo banget sih kamu" Pastinya udah sering banget dong dikatain kepo atau mungkin sering mendengar kata kepo. 
Ya mungkin itu adalah salah satu resiko yang harus siap diterima sama orang-orang yang berani atau memang udah terbiasa menge-tweet apapun tentang dirinya. Memang harus disadari oleh kita kalau KEPO tidak bisa terpisahkan juga dari twitter. Karena kadang twitter mampu menjelaskan apa yang mungkin orang lain ingin ketahui. Twitterpun kadang mampu dan sanggup mengungkapkan siapa diri orang sebenarnya tanpa pernah kenal atau mungkin tahu langusng orang itu. Orang yang tidak pernah kenal, ketemu ataupun tahu sama sekali bisa kita ketahui apa yang sedang dia lakukan, rasakan dan masalah apa yang sedang mereka hadapi. Karena menurut hasil pengamatan juga, kebanyakan orang Indonesia lebih cenderung menyelesaikan masalah dengan berfokus pada emosinya semata sehingga tidak heran kalau kebanyakan dari kita seandainya ada masalah lebih sempat ngepost sesuatu yang kita rasakan pada khalayak umum dibandingkan mencari tindakan nyata bagaimana menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi. Misalnya, "Duh laper ni. Mager" Kalu dipikir secara rasional, pastinya dengan ngetweet seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah jika dibandingkan dengan tindakan langusng keluar dari rumah atau mungkin segera beranjak mencari makanan untuk dimakan dan selesai deh nggak laper lagi. Itulah perbedaan yang sangat mencolok antara orang Indonesia dnegan orang luar. Seperti hasil penelusuran juga, ada sebuah fakta yang mengungkapkan kalau orang Jerman sebagai wakil dari orang barat walaupun  mereka memprakarsai Twitter tapi orang-orang barat ketika menghadapi seuatu masalah lebih berfokus pada penyelesaian masalah itu dengan tindakan langusng tanpa harus mengumbar apa yang dia rasakan di muka umum. Yah setelah dipikir-pikir tidak heran juga kalau Indonesia adalah pengguna twitter diperingkat teratas di dunia.

Semua itu memang selalu mempunya sisi negatif dan sisi positifnya. Tinggal bagaimana kita sebagai user mempergunakannya sebaik dan sebijak mungkin. Bukannya kita sebagai user yang malah didekte oleh twitter dan dijadikan bahan oleh twitter untuk menjadi orang yang tidak bisa mengontrol emosi kita dan kehidupan kita. Itu kembali lagi pada diir kita masing-masing bagaimana kita ingin bertindak dan siap menerima segala resiko yang memang sebenarnya terjadi karena kelakuan dan tindakan kita sendiri. Oke guys, be wis dan tetap kuasai diri kita sendiri jangan sampai kita terbawa arus globnalisasi yang menjadikan semuanya instan. Kita yang menciptakan teknologi tapi bukan berarti kita yang harus diperbudak oleh teknologi dan menjadikan diri kita tamak. Yap, selamat membina hubungan baik dengan siapapun :D